SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pekerja, pengusaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendorong kemajuan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Baca juga: Tekan Inflasi, Pemprov Jatim Kembali Gelar Pasar Murah di Surabaya
Menurut Khofifah, hubungan industrial yang harmonis menjadi faktor penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menilai momentum May Day dapat dimanfaatkan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pekerja sekaligus menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Ia menegaskan pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya perlindungan tenaga kerja, termasuk melalui jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.
Baca juga: Rayakan HUT RI, Pemprov Jatim Gandeng BI Hadirkan Tarif Trans Jatim Mulai Rp81
Menurutnya, perlindungan tersebut merupakan hak dasar yang harus dipenuhi guna mendukung produktivitas dan keamanan kerja.
Ia juga menyoroti peran produktivitas pekerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk itu, peningkatan keterampilan, disiplin kerja, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dinilai perlu terus diperkuat.
Baca juga: Belanja Perubahan APBD Jatim 2026 Naik Rp2,64 Triliun, Fokus Pendidikan hingga Infrastruktur
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, kata dia, dapat dilakukan melalui pelatihan vokasi, upskilling, dan reskilling agar tenaga kerja mampu menghadapi dinamika industri, termasuk di era digitalisasi.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada para pekerja di Jawa Timur yang dinilai berkontribusi dalam mendorong perekonomian daerah.
Ia berharap peringatan May Day 2026 dapat memperkuat hubungan industrial yang harmonis, produktif, dan berkeadilan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja di Jawa Timur.
Editor : Redaksi