SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mendorong optimalisasi layanan bus sekolah sebagai solusi transportasi yang lebih aman, mengingat tingginya kecelakaan lalu lintas yang didominasi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor oleh pelajar di Tulungagung.
Sehingga, dengan pemanfaatan bus sekolah menjadi langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan sejak dini. “Upaya menekan angka kecelakaan, khususnya pada pelajar, terus kami lakukan. Salah satunya dengan memaksimalkan layanan bus sekolah,” ujar Kepala Dishub Tulungagung, Iswahjudi, Senin (04/05/2026).
Baca juga: Dukung Skema Parkir Berlangganan, Dishub Tulungagung Bina Juru Parkir
Menurutnya, bus sekolah dapat menjadi alternatif transportasi yang aman bagi pelajar, terutama yang tidak mendapatkan fasilitas antar-jemput dari orang tua. Selain itu, keberadaan bus sekolah juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini dipenuhi kendaraan pribadi pelajar.
Baca juga: Dongkrak PAD, Dishub Tulungagung Optimis Berlakukan Parkir Berlangganan
Lebih lanjut, Iswahjudi pun mengingatkan pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) agar tidak nekat mengendarai sepeda motor ke sekolah. “Bagi pelajar yang belum memiliki SIM, sebaiknya tidak memaksakan diri membawa kendaraan bermotor. Gunakan fasilitas bus sekolah yang sudah disediakan,” tegasnya.
Berdasarkan data dishub mencatat, saat ini tersedia 8 unit bus sekolah, 1 unit kendaraan Elf, serta 33 unit mobil penumpang umum (MPU) yang melayani mobilitas pelajar di sejumlah jalur pendidikan di Tulungagung. Meski armada masih terbatas, dishub memastikan akan terus mengoptimalkan layanan transportasi pelajar.
Baca juga: Gelontorkan Rp 300 Juta, Dishub Tulungagung Bakal Pasang 1.000 Unit PJU LHE
Pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat program keselamatan berlalu lintas, diantaranya dengan menggelar sosialisasi tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah untuk membangun kesadaran keselamatan sejak usia dini. “Disiplin berlalu lintas adalah kunci. Dengan kepatuhan itu, kami berharap angka kecelakaan pelajar di Tulungagung bisa terus ditekan,” pungkasnya. tl-02/dsy
Editor : Redaksi