Stok Menyusut Akibat PMK, Harga Sapi di Trenggalek Naik hingga Rp2 Jutaan Jelang Idul Adha

surabayapagi.com
Ilustrasi. Harga sapi di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan jelang Hari Raya Idul Adha. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Imbas masalah penyakit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dalam dua tahun terakhir, populasi ternak warga khususnya sapi mulai menyusut. Sehingga, harga sapi di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan tren kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha. Bahkan, kenaikan harga sudah terasa sejak di tingkat peternak hingga pasar hewan.

“Harga sapi memang naik jika kita bandingkan dengan tahun lalu. Salah satu penyebab utamanya adalah populasi ternak yang jauh berkurang,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Trenggalek, drh. Ririn Hari Setiani, Senin (04/05/2026).

Baca juga: Dipadati Pembeli Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Pasar Pamekasan Tembus Rp35 Juta

Lebih lanjut, Ririn mencontohkan kondisi di lapangan yang menunjukkan penurunan drastis jumlah ternak. Banyak peternak yang sebelumnya memelihara lima ekor sapi, kini hanya memiliki dua hingga tiga ekor. Bahkan, sebagian warga memilih berhenti beternak.

Baca juga: Terjunkan 60  Petugas, Pemkab Sampang Beri Edukasi dan Perketat Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Selain itu, Tim Disnakkan juga turut memantau langsung harga di lapangan dan menemukan bahwa sapi ukuran kurban kini rata-rata menyentuh Rp25 juta per ekor. Angka ini naik sekitar Rp2 juta dibanding tahun lalu yang berada di kisaran Rp23 juta per ekor. 

Ia memprediksi harga akan terus naik seiring meningkatnya permintaan, terutama dari pembeli luar daerah yang berburu hewan kurban di Trenggalek, yang diprediksi akan terjadi pada Mei 2026. Namun, untuk saat ini, aktivitas distribusi ternak sudah meningkat, terlihat dari banyaknya kendaraan luar kota yang masuk ke Trenggalek.

Baca juga: Mulai Banyak Diminati, 73 Sapi Sudah Terdaftar di Layanan Kurban RPH Surabaya

Tak lupa, pemerintah mengimbau peternak untuk menjaga kesehatan ternak dan memastikan vaksinasi PMK sudah dilakukan. Sementara itu, pembeli diminta lebih selektif saat memilih hewan kurban. “Kami memastikan ternak yang keluar-masuk Trenggalek dalam kondisi sehat dan telah melewati pemeriksaan petugas,” pungkas Ririn. tr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru