Hadapi Fenomena El Nino, Dinkes Kota Malang Imbau Masyarakat Waspada ‘Heat Stroke’

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu pejalan kaki yang kepanasan menghadapi potensi fenomena El Nino. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menghadapi fenomena El Nino (kemarau ekstrem), saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah mengimbau masyarakat agar mewaspadai heat stroke akibat meningkatnya suhu tubuh secara drastis. 

Kondisi medis tersebut dikatakannya menuntut masyarakat supaya lebih memperhatikan sisi keamanan ketika beraktivitas di luar ruangan dengan memperhatikan jam aman, yakni di bawah pukul 10.00 WIB. Sehingga, bagi masyarakat yang lebih dominan aktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan alat pelindung, salah satunya adalah payung supaya tubuh tak terpapar langsung sinar matahari.

Baca juga: Masuki Musim Kemarau, Pembangunan Sumur Bor di Plandaan Jadi Solusi Krisis Air bagi Petani

Hal itu dijelaskan Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, jika adanya peningkatan suhu tubuh secara drastis mampu berdampak pada kesehatan seseorang karena jantung akan bekerja lebih cepat memompa darah yang pada akhirnya memicu pecahnya pembuluh darah, terutama di otak dan berakibat munculnya penyakit stroke.

Baca juga: Kota Malang Percepat Masa Tanam Padi Serentak, Antisipasi Dampak El Nino

"El Nino ini suhu akan meningkatkan sehingga masyarakat perlu mewaspadai heat stroke yang biasa terjadi di Arab Saudi waktu masa haji tetapi ini potensinya sudah ada juga di Indonesia," jelasnya, Selasa (05//05/2026).

Sehingga, masyarakat juga diminta memastikan asupan cairan tubuh terjaga dengan mengonsumsi air mineral minimal 2,5 liter sampai 3 liter per hari sekalipun tak merasakan haus. Pemenuhan kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi akibat dampak cuaca panas.

Baca juga: BPBD Ingatkan Dampak El Nino, Rawan Kebakaran di Kawasan Perbukitan Jombang

Apabila seseorang mengalami dehidrasi dan ditambah suhu udara yang panas, maka dia berpotensi lebih rentan terkena heat stroke. Oleh karena itu, tak lupa pihaknya juga menegaskan masyarakat tidak boleh acuh terhadap cuaca panas, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit darah tinggi dan diabetes melitus. "Kita juga butuh melakukan self assesment dan memperhatikan aktivitas harian yang dilakukan," ucap dia. ml-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru