SURABAYAPAGI.com, Madiun - Selama musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan BMKG berlangsung lebih panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun, Jawa Timur, melakukan mitigasi bencana kekeringan dengan memetakan wilayah kelurahan yang rawan krisis air bersih.
Plt Kalaksa BPBD Kota Madiun M. Yusuf Asmadi mengungkap jika berdasarkan pemetaan tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa warga di Kelurahan Tawangrejo dan Kelun mengalami kesulitan air bersih. Sebab, sebagian warga di daerah itu masih mengandalkan sumur pompa dalam.
"Meski untuk bencana kekeringan relatif lebih aman. Namun kita tetap harus bersiaga dan berjaga. Diduga meningkatnya penggunaan diesel untuk pengairan sawah di daerah setempat, berdampak pada mengecilnya debit air ke sumur warga," jelasnya, Rabu (10/06/2026).
Sehingga untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Kota Madiun telah menyiapkan tangki-tangki untuk tandon air. Pihaknya juga siap melakukan distribusi air bersih jika warga membutuhkan.
"Kita siapkan tangki air dan juga kita distribusikan air yang sekiranya nanti dibutuhkan oleh warga setempat. Kita memiliki lebih dari 10 tandon jika dibutuhkan," katanya.
Dan diketahui potensi lain bencana pada musim kemarau selain kekeringan yakni kebakaran lahan di Kota Madiun. Oleh karenanya, warga Kota Madiun harus berhati-hati jika melakukan pembakaran sampah, utamanya di lahan sekitar permukiman. Pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kewaspadaan dan penanganan terhadap potensi kebencanaan.
Selain itu, pihaknya juga akan saling membantu jika terjadi bencana. Dimana, Pemkot Madiun melalui BPBD telah membentuk 11 Kelurahan Tanggap Bencana dari 27 kelurahan di Kota Madiun. Secara bertahap pembentukan Destana akan menyasar di beberapa titik kelurahan lainnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi