SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Menjelang Hari Raya Idul Adha menjadi momentum berkah tersendiri bagi para peternak dan penjual hewan kurban terutama sapi di Kabupaten Ngawi yang saat ini mulai mengalami peningkatan hampir tiga minggu terakhir dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya, banyak pembeli yang mayoritas memilih membeli lebih awal untuk memastikan mendapatkan sapi dengan kondisi terbaik.
“Kalau dibanding tahun lalu, permintaan naik sekitar 10 sampai 15 persen. Bahkan sekarang sudah banyak yang pesan jauh-jauh hari,” ujar Syaiful Irsyad, pemilik peternakan sapi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, Rabu (06/05/2026).
Baca juga: Karantina Banyuwangi Perketat Pemeriksaan Dokumen Hewan Ternak Jelang Idul Adha
Di peternakannya, terdapat ratusan ekor sapi dari berbagai jenis, seperti limosin, pegon, simental, hingga peranakan ongole (PO). Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp21 juta untuk ukuran standar hingga Rp60 juta untuk sapi kelas super jumbo dengan bobot sekitar 800 kilogram.
Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Kambing Melonjak Rp3 Juta dan Sapi Rp20 Juta di Pasar Hewan Ngawi
“Untuk yang bobotnya bisa sampai satu ton, biasanya ada harga khusus sesuai permintaan pembeli,” tambahnya.
Baca juga: Stok Menyusut Akibat PMK, Harga Sapi di Trenggalek Naik hingga Rp2 Jutaan Jelang Idul Adha
Dari total sekitar 350 ekor sapi yang dimiliki, sebanyak 75 persen di antaranya telah dipesan oleh pembeli. Menariknya, pemesanan tidak hanya datang dari wilayah Ngawi, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat.
Sementara itu, sapi hasil peternakan ini juga pernah dipercaya untuk kebutuhan kurban pejabat negara. Pada tahun 2025, sapi dari peternakan tersebut dipesan oleh Presiden RI Prabowo Subianto serta Menteri Sekretaris Negara untuk kurban di wilayah Kabupaten Ngawi. Sehingga, meningkatnya permintaan ini menjadi angin segar bagi para peternak, sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. ng-02/dsy
Editor : Redaksi