SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai tumbuh impresif dan berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat Bank Jatim, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Gelar RUPST, Bank Jatim Setujui Pembagian Dividen Rp 850 Miliar dan Angkat Pengurus Baru
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan fungsi intermediasi yang berjalan optimal sekaligus keseimbangan antara ekspansi dan kualitas bisnis.
“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang 2025 patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga yang konsisten,” ujarnya.
Secara konsolidasi, aset Bank Jatim tercatat meningkat signifikan dari Rp118,14 triliun menjadi Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen (year-on-year).
Penyaluran kredit juga naik dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,50 triliun (tumbuh 46,65 persen), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dari Rp90,01 triliun menjadi Rp127,24 triliun atau tumbuh 41,36 persen.
Dari sisi laba rugi, kinerja juga menunjukkan tren positif. Pendapatan bunga meningkat dari Rp8,28 triliun menjadi Rp10,16 triliun (tumbuh 22,64 persen), pendapatan bunga bersih naik dari Rp5,62 triliun menjadi Rp7,08 triliun (tumbuh 25,90 persen), serta laba bersih meningkat dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,61 triliun atau tumbuh 24,80 persen.
Khofifah menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan Bank Jatim tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga ditopang kualitas pendapatan dan ketahanan bisnis yang semakin kuat.
Bahkan, laba Bank Only sebesar Rp1,546 triliun menjadi yang tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia sepanjang 2025.
Dalam RUPS tersebut, Bank Jatim juga membagikan dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, meningkat dibanding tahun sebelumnya Rp54,71 per lembar saham. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp850,17 miliar atau setara 55 persen dari laba bersih.
Sebagai pemegang saham pengendali, Khofifah juga memberikan sejumlah arahan strategis, di antaranya memperkuat posisi sebagai regional champion, mengoptimalkan Kelompok Usaha Bank (KUB), mendorong pembiayaan sektor produktif khususnya UMKM, serta mempercepat transformasi digital melalui layanan JConnect.
“Kita harus memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tegasnya.
Baca juga: Sematkan Satyalancana Karya Satya, Khofifah Apresiasi Pengabdian dan Dorong Pendidikan Bermutu
Ia menambahkan, momentum RUPS harus dimanfaatkan sebagai penguatan komitmen untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan publik.
Dengan sinergi yang solid, Bank Jatim diyakini mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Khofifah juga menyoroti peran strategis Bank Jatim dalam mendukung posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada 2025, Jawa Timur mencatat kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap PDB nasional dan 25,29 persen terhadap Pulau Jawa, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,85 persen (y-on-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,39 persen.
“Per 5 Mei, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen, tertinggi di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga sektor industri.
Baca juga: Rumah Tak Layak Dihuni Diperbaiki, Program Hardiknas Jatim Sasar Tenaga Penunjang Sekolah
Dalam konteks ini, Bank Jatim memiliki peran penting sebagai penghubung antara kekuatan fiskal daerah dengan sektor riil.
Ke depan, Khofifah menekankan pentingnya transformasi digital yang tidak hanya sebatas layanan, tetapi juga mencakup pola pikir dan pengambilan keputusan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, termasuk dari fintech, Bank Jatim dituntut tetap adaptif sekaligus menjaga prinsip kehati-hatian.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang kuat dan basis UMKM yang besar menjadi modal penting untuk ekspansi yang lebih inklusif,” katanya.
Ia pun optimistis Bank Jatim akan terus berkembang sebagai institusi keuangan yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas bagi pembangunan daerah.
Editor : Redaksi