IBCA BFC MMA Kota Madiun Raih 14 Medali di Kejuaraan Jatim Piala Wali Kota Surabaya 2026

surabayapagi.com

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun dalam ajang Kejuaraan IBCA MMA se-Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026. Meski hanya menurunkan 16 atlet, kontingen Kota Madiun sukses membawa pulang 14 medali dengan  4 emas, 5 perak dan 5 perunggu serta meraih juara umum kedua.

‎Ketua IBCA BFC MMA Kota Madiun, Armaya mengatakan hasil tersebut melampaui target awal sebelum berangkat ke Surabaya.

Baca juga: Jadi Fantasi Pria, Kerap Dikirimi Foto Tak Senonoh

‎“Alhamdulillah berkat doa restu masyarakat Kota Madiun juga, target kami sebenarnya empat emas dan empat perunggu. Ternyata melebihi ekspektasi, kami mendapatkan empat emas, lima perak dan lima perunggu,” ujar Armaya usai mendampingi latihan rutin pada Jumat, (8/5/2026) di GOR Stadion Wilis Kota Madiun.

‎Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas atlet MMA Kota Madiun mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Timur. 

‎“Juara umum pertama diraih Gresik dengan kekuatan sekitar 50 atlet. Sedangkan kita hanya 16 atlet bisa membawa pulang 14 medali. Ini kebanggaan besar bagi kami dan untuk nama baik Kota Madiun,” katanya.

‎Armaya menegaskan pihaknya kini mulai mempersiapkan atlet menghadapi sirkuit berikutnya yang rencananya digelar di Kota Blitar. Selain itu, pembinaan atlet muda juga akan terus diperkuat melalui latihan rutin dan penambahan fasilitas latihan.

‎“Kami tidak main-main dalam mengembangkan MMA Kota Madiun. Atlet-atlet potensial terus kami bina, termasuk atlet perempuan yang mulai bermunculan dan menunjukkan prestasi,” tambahnya.

‎Kejuaraan yang digelar di Surabaya tersebut diikuti 38 kabupaten/kota dengan jumlah peserta lebih dari 500 atlet.

‎Salah satu atlet muda yang ikut menyumbang medali adalah Keisya Fatimah Az-Zahra. Siswi kelas 4 SD berusia 10 tahun itu berhasil meraih medali perunggu di kelas 31 kilogram putri.

‎Keisya mengaku tertarik menekuni MMA karena olahraga tersebut dinilai menantang dan seru.

‎“Karena cukup menantang dan seru. Harapannya nanti bisa juara satu dan lebih semangat latihan,” ucapnya.

‎Orang tua Keisya, Tio mengatakan dirinya mendukung penuh sang anak untuk menekuni olahraga MMA selama dilakukan dengan pembinaan yang baik.

‎“Kesya memang suka olahraga fight sejak kecil. Alhamdulillah pengalaman pertamanya di MMA bisa dapat juara tiga. Ke depan semoga lebih semangat lagi dan bisa juara satu,” katanya.

‎Sementara itu atlet lainnya, Rochimah yang meraih medali perak mengaku tetap bangga dengan pencapaiannya meski harus kalah di partai final dari atlet Kabupaten Bojonegoro.

‎Perempuan asal Kelurahan Klumpit, Kecamatan Sawahan itu mengaku harus membagi waktu antara bekerja dan latihan demi bisa tampil maksimal di kejuaraan tersebut.

‎“Saya pulang kerja langsung latihan sampai sore. Saya selalu punya afirmasi positif supaya bisa memberikan yang terbaik untuk MMA Kota Madiun,” ujarnya.

‎Rochimah menargetkan bisa meraih medali emas pada kejuaraan berikutnya maupun ajang Porprov mendatang.

‎“Saya akan berlatih lebih giat lagi supaya bisa mendapatkan emas di kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.mdn

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru