SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen sepak bola putri usia dini MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 2 2025–2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet, tetapi juga turut menggerakkan potensi sport tourism di Kota Surabaya.
Digelar hingga 17 Mei 2026 di Lapangan Bola Krida Mandala dan Lapangan Bogowonto, Surabaya menjadi kota ke-10 dari total 12 kota penyelenggara MLSC musim ini.
Turnamen yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini diikuti oleh 1.620 siswi dari 78 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Surabaya dan sekitarnya.
Baca juga: Bayan Peduli Perkuat Ekosistem Sepak Bola Putri Lewat MilkLife Soccer Challenge di Kalimantan
Para peserta terbagi ke dalam 73 tim kategori KU 10 dan 77 tim kategori KU 12. Antusiasme tinggi peserta dan pendukung dinilai turut memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi lokal, termasuk sektor wisata dan UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Pada pertandingan fase gugur, juara MLSC Surabaya Seri 1 2025–2026, SDN Kalirungkut I/264, harus tersingkir di babak perempat final usai kalah 1-3 dari SDN Manukan Kulon II/499 B di Lapangan Jala Krida Mandala, Sabtu (16/5/2026).
SDN Manukan Kulon II/499 B tampil impresif sebagai tim paling produktif sepanjang fase gugur dengan torehan 56 gol. Sebelumnya, mereka menang telak 16-0 di babak 32 besar dan 12-0 saat menghadapi SDN Gubeng 1 di babak 16 besar. Pada fase grup, tim ini juga mencetak 25 gol.
Pelatih tim SDN Manukan Kulon II/499 B, Hamka Dwi Subekti, mengungkapkan bahwa konsistensi timnya tidak lepas dari persiapan matang sejak awal.
“Para pemain kami siapkan secara maksimal, baik dari sisi teknis maupun fisik. Latihan tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga secara mandiri di rumah untuk meningkatkan sentuhan bola,” ujarnya.
Sementara itu, pemain andalan tim, Anindita Nadia Lesmana, menjadi top skor sementara dengan torehan 28 gol. Ia mengaku rutin menjalani latihan tambahan secara disiplin untuk menjaga performa.
Baca juga: Dukung Talenta Muda, MilkLife Soccer Challenge Siap Lahirkan Pesepakbola Putri
“Biasanya saya latihan tiga kali seminggu, tapi saat mendekati turnamen saya latihan setiap hari. Target saya ingin jadi top skor dan membawa tim menjadi juara agar bisa tampil di All Stars,” kata Anindita.
Selain pertandingan utama 7 vs 7, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer kategori KU 8 yang diikuti 93 peserta dari 15 sekolah. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan minat sepak bola sejak usia dini, sekaligus menciptakan suasana rekreatif bagi anak-anak dan keluarga.
Penyelenggara juga menggelar Skill Challenge yang menguji kemampuan teknik dasar seperti 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target.
Setelah seluruh seri di 12 kota rampung, rangkaian MLSC akan ditutup melalui ajang MilkLife Soccer Challenge All Stars yang mempertemukan talenta terbaik dari tiap kota. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 di Supersoccer Arena.
Baca juga: Debut Manis di JSSL Singapore 7’s 2025, HydroPlus Strikers dan MilkLife Shakers Raih Runner-up
Pada edisi kali ini, format pertandingan All Stars berubah dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9, guna meningkatkan kualitas kompetisi.
Sebagai informasi, MLSC 2025–2026 digelar di 12 kota, yakni Semarang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Bekasi, Surabaya, Kudus, dan Malang.
Penambahan kota seperti Samarinda dan Banjarmasin menjadi upaya memperluas pencarian talenta pesepak bola putri di Indonesia.
Melalui ajang ini, diharapkan tidak hanya lahir atlet potensial, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan pariwisata olahraga di berbagai daerah penyelenggara.
Editor : Redaksi