SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Melihat biaya produksi yang dikeluarkan tak sesuai dengan pendapatan, para petani tembakau di sejumlah wilayah di Kabupaten Pamekasan mulai gundah gelisah. Pasalnya, kebutuhan pembelian pupuk, ongkos garap lahan, hingga biaya tenaga kerja diprediksi terus membengkak. Kondisi itu membuat petani berharap harga jual daun emas musim ini tetap stabil seperti tahun lalu.
Salah satunya Lasip, petani tembakau di Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, mengaku memilih memulai musim tanam lebih awal karena cuaca dinilai mendukung. Kendati demikian, menurutnya tahun ini biaya tanam yang harus dikeluarkan lebih besar dibandingkan tahun lalu. Utamanya ongkos tenaga garap lahan dan pengadaan pupuk selama musim tanam.
Baca juga: Gunungan Sampah di Syahbandar Pantai Branta Picu Kawasan Kumuh di Permukiman Warga
”Kalau biaya garap sekarang mahal. Cari orang untuk kerja di lahan juga susah,” katanya, Minggu (24/05/2026).
Meski begitu, Lasip mengaku tetap menanam tembakau karena menjadi sumber penghasilan utama keluarganya. Karena itu, dia berharap harga tembakau tahun ini tetap stabil agar modal tanam yang dikeluarkan bisa kembali.
Baca juga: Hujan Angin Kencang Rusak Rumah Warga hingga Pohon Tumbang di Pamekasan
Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Pamekasan Samukrah mengatakan, antusiasme masyarakat untuk menanam tembakau masih cukup tinggi.
Dalam dua tahun terakhir, luas tanam tembakau di Pamekasan berada di angka sekitar 31 ribu hektare. Pihaknya memperkirakan tahun ini luas tanam tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
Sebab, petani di sejumlah wilayah mulai banyak yang turun ke lahan. Mereka bersiap untuk musim tanam tembakau. Samukrah memastikan stok pupuk subsidi di tingkat kios sejauh ini masih aman. Meski demikian, dia berharap ada perhatian lebih terhadap petani tembakau. Karena itu, dia berharap harga tembakau tahun ini tetap stabil agar modal tanam yang dikeluarkan bisa kembali.
Baca juga: Sejahterakan Nelayan, Pamekasan Terbitkan 920 Rekomendasi Pembelian BBM Subsidi
Terpisah, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Alamara Sugandi menyatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan pupuk nonsubsidi bagi petani tembakau untuk menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan. Langkah tersebut juga menjadi upaya menjaga stabilitas harga tembakau saat musim panen nanti. Bantuan itu berasal dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
”Harapannya biaya produksi bisa ditekan, sehingga harga tembakau tetap stabil,” ujarnya. pm-01/dsy
Editor : Redaksi