SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Melihat fenomena yang membuat miris yakni tampak gunungan sampah di kawasan Syahbandar Pantai Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, kembali menjadi sorotan dna mulai banyak dikeluhkan warga lantaran memperlihatkan sampah berserakan hingga di dekat permukiman warga hingga menimbulkan pemandangan yang tidak sedap dipandang.
Tentu saja jika hal tersebut terus dibiarkan dan tanpa tindakan maka dapat memicu timbulnya kawasan kumuh di dekat permukiman warga. Bahkan, sejumlah anak terlihat bermain di sekitar area tumpukan sampah. Bagaimana tidak, tumpukan sampah di kawasan pesisir itu menunjukkan minimnya kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan. Padahal, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan, pemerintah sebelumnya telah beberapa kali menggelar kerja bakti dan aksi bersih-bersih pantai bersama TNI, Polri, mahasiswa, hingga komunitas peduli lingkungan.
Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus contoh kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan pesisir. "Sudah dibangun fasilitas tapi tidak dikelola. Sampah masyarakat itu harusnya dibuang pada tempatnya dan pemilik wilayah harus mengingatkan termasuk pihak desa maupun Syahbandar. Kami sudah pernah kerja bakti di area tersebut untuk memberi contoh, nyatanya ya begitu," terang Suprianto, Minggu (24/05/2026).
Dan menanggapi tumpukan sampah di kawasan pesisir tersebut tidak hanya mengganggu keindahan pantai, tetapi juga menimbulkan aroma tidak sedap yang dirasakan warga sekitar. Warga pun berharap ada langkah penanganan yang lebih serius agar kawasan Syahbandar Pantai Branta Pesisir kembali bersih dan nyaman. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. pm-02/dsy
Editor : Redaksi