Hewan Kurban Diperiksa Ketat, DKPP Madiun Antisipasi Wabah PMK dan Demam Tiga Hari

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pemeriksaan hewan kurban di peternakan salah satu warga Kabupaten Madiun. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun turun langsung ke pasar hewan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular pada ternak yang diperjualbelikan, dengan memperketat pengawasan kesehatan hewan seiring kondisi musim pancaroba di wilayah tersebut.

Pemeriksaan tersebut meliputi kondisi gigi, mata, fisik, kaki, hingga kelengkapan dokumen kesehatan hewan. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah pasar hewan, salah satunya di Pasar Kambing Basekan, Kecamatan Dagangan, Kamis pagi. Petugas memeriksa kondisi hewan kurban untuk memastikan dalam keadaan sehat dan layak dikurbankan.

Baca juga: Puluhan Hewan Kurban Terpapar Flu dan Pilek, DPKP Surabaya Gencarkan Pemeriksaan

Pengawasan yang ketat tersebut juga melihat potensi kewaspadaan di tengah musim pancaroba, peternak diminta mewaspadai sejumlah penyakit yang rentan menyerang ternak, seperti demam tiga hari, batuk pilek, penyakit mata, hingga Penyakit Mulut dan Kuku.

Baca juga: RPH Surabaya Fokus Layani Pemotongan Sapi Kurban dengan Tarif Baru

Dan berdasarkan hasil sidak tersebut, petugas teknis lapangan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Yoga Adi Tamma, menyebut hingga saat ini kondisi hewan kurban di wilayah Madiun masih relatif aman. Namun, sebagai langkah pencegahan, peternak diimbau rutin merawat ternak dengan pemberian vitamin, jamu herbal, serta menjaga kebersihan kandang.

Baca juga: Sasar 100 Lebih Lapak Pedagang, DKPP Surabaya Temukan Kambing Flu dan Skabies

Tidak hanya kambing, perawatan intensif juga dilakukan pada sapi agar seluruh hewan kurban tetap sehat dan memenuhi syarat menjelang Hari Raya Idul Adha. “Untuk saat ini kondisi hewan kurban masih aman, belum ditemukan kasus yang signifikan. Namun kami tetap melakukan pemeriksaan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran penyakit,” ujarnya, Kamis (28/05/2026). md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru