SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Lebih dari sepekan membuka hotline, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat "Lapor Cak Eri" melalui pesan WhatsApp di nomor 0811338884, pihaknya menerima sekitar 400 aduan setiap hari, dan dijanjikan akan ditindaklanjuti dalam waktu maksimal 1x24 jam. Dimana, hotline tersebut lahir dari evaluasi Pemkot Surabaya setelah sebelumnya rutin menggelar forum tatap muka dengan warga pada akhir 2022 hingga awal 2023.
Wali Kota (Walkot) Surabaya Eri Cahyadi telah lebih dari sepekan membuka hotline "Lapor Cak Eri" dan mengaku dirinya sendiri yang membalas berbagai aduan dari warga sebelum berangkat untuk ibadah Haji. Laporan yang masuk pun beragam, mulai dari jalan berlubang, parkir liar, pedagang kaki lima (PKL), hingga curahan persoalan percintaan dan rumah tangga.
Baca juga: Gandeng Sekolah Swasta, Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah
"Dari pengalaman itulah kami melakukan perbaikan sistem. Maka muncul program Wargaku, dilanjutkan Satu ASN Satu RW. Jadi, sebenarnya berbagai persoalan warga harusnya bisa selesai lebih cepat," kata Eri, Jumat (27/05/2026).
Baca juga: Sasar 100 Lebih Lapak Pedagang, DKPP Surabaya Temukan Kambing Flu dan Skabies
Menurutnya, hotline "Lapor Cak Eri" bukan sekadar layanan pengaduan masyarakat, melainkan alat ukur untuk mengetahui kecepatan respons birokrasi di lingkungan Pemkot Surabaya. Melalui hotline itu, Eri dapat memantau langsung apakah perangkat daerah (PD) bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan warga, mulai dari kerusakan jalan, penataan PKL, hingga persoalan bantaran sungai yang digunakan untuk aktivitas usaha.
Salah satu laporan yang langsung ditindaklanjuti adalah persoalan di kawasan Kali Tebu yang sebelumnya sudah lama dikeluhkan warga. Sehingga, sistem tersebut harus tetap berjalan cepat, baik ada maupun tanpa wali kota, agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga. Sejauh ini, respons masyarakat terhadap hotline tersebut dinilai cukup positif. Banyak warga merasa terbantu karena persoalan mereka langsung ditindaklanjuti oleh PD terkait.
Baca juga: Pemkot Surabaya Terapkan Data Digital Terpadu, Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Namun, Eri menegaskan tidak semua laporan harus dijawab langsung melalui hotline karena sebagian besar langsung diselesaikan di lapangan. Dan dalam sehari, jumlah laporan yang masuk mencapai sekitar 400 aduan. Namun, sebagian besar justru tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik Pemkot Surabaya. sb-01/dsy
Editor : Redaksi