SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasca Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah harga bahan pokok (bapok), khususnya cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus melonjak tajam, bahkan untuk kenaikan paling signifikan hingga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram (kg) di Pasar Citra Niaga Kota Jombang.
Semakin melonjaknya harga sejumlah komoditas bumbu dapur ini semakin membuat para pedagang dan konsumen menjerit. Hal ini turut dirasakan Mujiati, salah seorang pedagang sayur di Pasar Citra Niaga membeberkan bahwa kenaikan harga ini terjadi secara bertahap sejak sebelum lebaran kurban dan puncaknya terjadi pada hari ini.
Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jombang Mundur 31 Juli Imbas Fasilitas Belum Siap
“Yang naik bukan cabai rawit saja, cabai jenis lainnya juga pada ikutan naik. Cabai merah besar dari sebelumnya Rp40.000 sekarang naik Rp70.000. Cabai rusak juga naik dari Rp18.000 per kg jadi Rp30.000,” ungkapnya, Rabu (03/06/2026).
Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat di Jombang Diundur Imbas Gedung Belum Rampung
Sementara itu, untuk penyebab utama melambungnya harga bahan pokok tersebut dari pihak distributor masih belum diketahui, Namun, para pedagang menduga kuat bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah sentra produksi.
Baca juga: Bikin Viral dan Was-was, Petani di Jombang Pulang dari Kebun Pisang Naiki Drone
Kondisi cuaca yang tidak menentu disinyalir membuat banyak tanaman cabai milik petani rusak hingga gagal panen. Selain itu, akibat gagal panen, pasokan atau stok cabai di tingkat pedagang besar (agen) menjadi sangat menipis, sementara permintaan pasar pasca-lebaran masih tergolong tinggi. jb-01/dsy
Editor : Redaksi