Harga Cabai Rawit di Pasar Jombang Tembus hingga Rp100.000 per Kg Pasca Idul Adha

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu penjual cabai di pasar tradisional Jombang. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Pasca Hari Raya Idul Adha 2026, sejumlah harga bahan pokok (bapok), khususnya cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus melonjak tajam, bahkan untuk kenaikan paling signifikan hingga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram (kg) di Pasar Citra Niaga Kota Jombang.

Semakin melonjaknya harga sejumlah komoditas bumbu dapur ini semakin membuat para pedagang dan konsumen menjerit. Hal ini turut dirasakan Mujiati, salah seorang pedagang sayur di Pasar Citra Niaga membeberkan bahwa kenaikan harga ini terjadi secara bertahap sejak sebelum lebaran kurban dan puncaknya terjadi pada hari ini. 

Baca juga: Hadapi Anomali Cuaca, Dinas Pertanian Jombang Rekomendasi Teknis Petani Tembakau

“Yang naik bukan cabai rawit saja, cabai jenis lainnya juga pada ikutan naik. Cabai merah besar dari sebelumnya Rp40.000 sekarang naik Rp70.000. Cabai rusak juga naik dari Rp18.000 per kg jadi Rp30.000,” ungkapnya, Rabu (03/06/2026).   

Baca juga: Sejumlah Harga Bapok di Jombang Alami Kenaikan Jelang Idul Adha 2026

Sementara itu, untuk penyebab utama melambungnya harga bahan pokok tersebut dari pihak distributor masih belum diketahui, Namun, para pedagang menduga kuat bahwa lonjakan harga ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem di wilayah sentra produksi. 

Baca juga: Jelang Idul Adha, Harga Komoditas Cabai Rawit-Bawang Merah di Surabaya Meroket

Kondisi cuaca yang tidak menentu disinyalir membuat banyak tanaman cabai milik petani rusak hingga gagal panen. Selain itu, akibat gagal panen, pasokan atau stok cabai di tingkat pedagang besar (agen) menjadi sangat menipis, sementara permintaan pasar pasca-lebaran masih tergolong tinggi. jb-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru