SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), salah satunya dengan mencopit Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dari jabatan Wakil Kepala BGN bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan. Letjen (Purn) Lodewyk Pusung lahir di Manado tahun 1960. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985, dan menempuh berbagai pendidikan militer strategis seperti SESKOAD, SESKO TNI, serta LEMHANAS RI.
Sebelumnya, pria kelahiran Manado tahun 1960 ini lama berkiprah sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Lodewyk merupakan lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 dan telah menempuh berbagai jenjang pendidikan militer strategis, antara lain, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Lodewyk juga pernah memegang tongkat komando sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman pada 2014, Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2015), hingga Pangdam I/Bukit Barisan (2015)
Lodewyk merupakan lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 dan telah menempuh berbagai jenjang pendidikan militer strategis, antara lain, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, hingga Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Lodewyk juga pernah memegang tongkat komando sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman pada 2014, Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2015), hingga Pangdam I/Bukit Barisan (2015). Kemudian ia dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI pada tahun 2017. Lodewyk juga berpengalaman di berbagai wilayah operasi krusial seperti Timor Timur, Papua, dan Aceh, serta menyelesaikan berbagai penugasan di luar negeri.
Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dicopot dari jabatan Wakil Kepala BGN bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan. "Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Pria kelahiran Manado tahun 1960 ini lama berkiprah sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Lodewyk juga pernah memegang tongkat komando sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) VI/Mulawarman pada 2014, Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2015), hingga Pangdam I/Bukit Barisan (2015). Kemudian ia dipercaya menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI pada tahun 2017.
Lodewyk juga berpengalaman di berbagai wilayah operasi krusial seperti Timor Timur, Papua, dan Aceh, serta menyelesaikan berbagai penugasan di luar negeri.
Sepanjang puluhan tahun masa dinasnya di dunia militer, Lodewyk menerima berbagai penghargaan dan tanda kehormatan negara atas dedikasinya. Pada tahun 2015, ia dianugerahi tiga bintang kehormatan sekaligus, yakni Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya. Selain itu, ia juga dianugerahi sejumlah Satyalancana, mulai dari Satyalancana Bantala (2015), Satyalancana Kebaktian Sosial (2016), Satyalancana Wira Dharma (2016), Satyalancana Wira Nusa (2017), hingga Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun pada tahun 2018. n erc, rmc
Baca juga: Dadan Berwajah Suram Kepala Plontos, Sudah Diborgol Kejagung
Editor : Redaksi