SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menyikapi keberhasilan komoditas perkebunan yang bernilai ekonomi tinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah percontohan dalam pengelolaan budidaya cengkeh di Indonesia sekaligus sebagai referensi pengembangan sektor pertanian dan perkebunan.
Bahkan, baru-baru ini, Kabupaten Jombang kedatangan secara langsung, kunjungan dari Pemerintah Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, untuk mempelajari secara langsung tata kelola budidaya cengkeh yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Tentu, kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat sinergi antardaerah dalam pengembangan sektor perkebunan.
Baca juga: Siap Beroperasi Juni 2026, Pemkab Jombang Targetkan Jaring Siswa SD Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Wakil Bupati Jombang Salmanudin mengatakan, jika cengkeh merupakan salah satu komoditas unggulan yang berkembang pesat di wilayah lereng Gunung Anjasmoro, terutama di Kecamatan Wonosalam dan Bareng.
Baca juga: Terancam Molor, Progres Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Jombang Masih 57 Persen
“Luas tanam cengkeh di Kabupaten Jombang saat ini mencapai sekitar 660,5 hektare dengan produksi cengkeh kering sekitar 363 ton per tahun. Cengkeh Wonosalam memiliki aroma khas yang sangat diminati industri rokok kretek,” ujar Salmanudin.
Baca juga: Pemkab Dorong Penataan Berkelanjutan, Alun-alun Jombang Bersih dari PKL Liar
Sehingga, keunggulan tersebut menjadikan cengkeh sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat di kawasan pegunungan Jombang. Selain digunakan sebagai bahan baku industri rokok, komoditas ini juga memiliki nilai tambah yang terus berkembang di berbagai sektor. jb-02/dsy
Editor : Redaksi