SURABAYAPAGI.com, Jombang - Menindaklanjuti produksi sampah di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 530 ton per hari, saat ini masalah tersebut telah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. Sehingga, untuk menindaklanjuti masalah tersebut, pihaknya mulai melakukan pengurangan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, lingkungan, hingga desa.
Lebih lanjut, Bupati Jombang, Warsubi menegaskan, persoalan ini tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pihaknya juga turut mendorong penguatan edukasi masyarakat serta optimalisasi bank sampah desa. Ia berharap mahasiswa mampu menjadi motor edukasi lingkungan dan menghadirkan inovasi sederhana yang bisa diterapkan berkelanjutan di desa.
”Saat ini, pengelolaan sampah telah menjadi isu strategis yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R),” ujar Warsubi.
Menurutnya, pemilahan sampah sejak dari sumber akan mengurangi volume yang masuk ke TPA sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat dipilah, didaur ulang, maupun diolah menjadi produk bernilai jual.
”Data hasil pemetaan tersebut akan menjadi informasi berharga bagi Pemerintah Desa maupun Kabupaten dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” jelasnya. jb-01/dsy
Editor : Redaksi