SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dalam rangka memastikan seluruh unit tetap laik jalan dalam melayani kebersihan kota, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Jawa Timur, mengoptimalkan kendaraan operasional pengangkut sampah. Optimalisasi juga dilakukan pada armada yang telah dimiliki ketimbang melakukan penambahan kendaraan baru.
"Kami mengoptimalkan kendaraan yang ada terlebih dahulu. Jika ada yang rusak akan segera diperbaiki. Saya lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas, karena penambahan armada juga berpengaruh terhadap kebutuhan personel dan biaya operasional," jelas Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh, Minggu (14/06/2026).
Baca juga: Tekan Angka Pernikahan Dini, Pemkot Kediri Masifkan Edukasi ke Masyarakat
Selain itu, pihaknya juga rajin memeriksa kondisi kendaraan. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik kendaraan, tetapi juga aspek administrasi, termasuk kepatuhan pembayaran pajak kendaraan. Dari total 88 unit armada yang diperiksa di Lapangan Kelurahan Semampir, Kota Kediri, sebagian besar kendaraan dalam kondisi baik dan siap beroperasi untuk menunjang pelayanan persampahan dan kebersihan kota.
"Kami melakukan pemeriksaan kondisi kendaraan operasional, baik roda dua, roda tiga maupun roda empat. Yang kami cek tidak hanya kondisi fisik kendaraan, tetapi juga administrasinya," ujar dia.
Lebih lanjut, diketahui di Kota Kediri, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) Klotok, Kota Kediri rata-rata 140 ton per hari. Sementara itu, untuk menjaga usia pakai kendaraan, DLHKP juga menerapkan prosedur perawatan rutin. Seluruh pengemudi diwajibkan membersihkan kendaraan setelah selesai melakukan pengangkutan sampah.
Baca juga: Diserbu Warga, Gerakan Pangan Murah Kota Kediri Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Adha
Oleh karenanya, pihaknya juga turut berharap dengan langkah yang dilakukan seluruh armada tetap dalam kondisi prima sehingga pelayanan pengangkutan sampah dan kebersihan kota dapat berjalan optimal. kd-01/dsy
Editor : Redaksi