Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Mbak Wali

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) 2026 pada Minggu (26/7) malam tidak hanya menyedot perhatian ribuan warga Kota Kediri, tetapi juga menyisakan cerita menarik dari panggung utama. Busana yang dikenakan oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati sukses tampil memukau hingga menuai apresiasi langsung dari Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani.

Hadir menyaksikan kemeriahan agenda tahunan tersebut, Zita Anjani tak ragu melayangkan pujian atas keindahan busana bernuansa wastra lokal yang dibawakan oleh sang Wali Kota di panggung karnaval.

"Dhoho Night Carnival tahun ini sangat luar biasa. Tampilan Mbak Wali dengan busana khas Tenun Ikat Bandar Kediri sungguh memukau dan anggun. Ini adalah contoh konkret bagaimana tradisi, estetika, dan ekonomi kreatif lokal bisa dikemas begitu megah hingga layak menjadi daya tarik pariwisata berkelas nasional," puji Zita Anjani saat menghadiri acara tersebut.

Di balik pendar lampu parade dan pujian dari tingkat nasional tersebut, tersimpan proses kreatif mendalam dari perancang busana lokal ternama asal Kediri, Zeti dan Ali Mustafa dari Zalma Boutique.

Zeti, yang bertindak sebagai konsultan desain sekaligus produsen busana resmi untuk acara ini, mengungkapkan bahwa karya yang dikenakan Mbak Wali diangkat dari nilai-nilai histori lokal yang kuat.

"Proses kreatifnya terinspirasi langsung dari kejayaan sejarah Kerajaan Kediri. Kami ingin memadukan unsur keagungan sejarah tersebut dengan material khas kebanggaan daerah, yaitu Tenun Ikat Bandar Kediri," ujar Zeti saat diwawancarai.

Langkah ini sengaja diambil sebagai upaya nyata untuk mempromosikan wastra khas Kediri ke panggung yang lebih luas. Namun, mewujudkan busana bernuansa kerajaan untuk agenda karnaval malam hari diakui Zeti bukanlah perkara mudah. Pihaknya menghadapi tantangan teknis yang cukup dinamis, terutama dalam menyelaraskan antara visual panggung dan fungsi kepraktisan.

"Tantangan teknis utamanya adalah menyelaraskan estetika yang glamor untuk panggung malam hari dengan kenyamanan praktis bagi pemakainya. Busana ini harus tetap terlihat megah di bawah pendar lampu parade, tetapi di sisi lain juga harus fleksibel, nyaman, serta mudah dipakai dan dilepas agar Mbak Wali tetap leluasa berinteraksi menyapa warga sepanjang rute parade," jelasnya.

Menariknya lagi, pengerjaan busana berkelas nasional ini diselesaikan secara intensif dalam durasi yang sangat singkat. Tim Zalma Boutique melakoni proses produksi maraton hanya dalam kurun waktu empat hari.

Meski dengan tenggat waktu yang terbilang singkat dan tantangan desain yang kompleks, hasil akhir yang dipresentasikan terbukti mampu menyihir para penonton hingga pejabat negara yang hadir. Zeti pun tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan kepuasannya atas apresiasi luas yang diterima karya tersebut.

"Tentu ada rasa puas dan bangga yang luar biasa saat melihat hasil akhir busana ini dipresentasikan dengan sangat anggun oleh Mbak Wali di panggung DNC. Ini bukti bahwa karya lokal Kediri mampu tampil memikat," pungkas Zeti.

Melalui perpaduan antara kepemimpinan muda, keindahan Tenun Bandar, dan tangan dingin desainer lokal, busana Mbak Wali di Dhoho Night Carnival 2026 sukses membuktikan bahwa warisan budaya Kota Kediri memiliki daya saing tinggi yang patut diperhitungkan di kancah nasional. can

Berita Terbaru

Tebing Ampelgading Longsor Diguyur Hujan, Jalan Nasional Malang - Lumajang Dialihkan

Tebing Ampelgading Longsor Diguyur Hujan, Jalan Nasional Malang - Lumajang Dialihkan

Senin, 02 Nov 2026 13:18 WIB

Senin, 02 Nov 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Tebing di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, longsor pasca diguyur hujan deras hingga semalaman, mengakibatkan…

Dibuka Awal November 2026, Dishub Kebut PJU di Jembatan Sentong Bondowoso 

Dibuka Awal November 2026, Dishub Kebut PJU di Jembatan Sentong Bondowoso 

Senin, 02 Nov 2026 12:56 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Perhubungan (Dishub) setempat melaporkan Jembatan Sentong direncanakan…

Bidik Peningkatan PAD, Pemkab Ponorogo Hadirkan Wisata Malam di Telaga Ngebel

Bidik Peningkatan PAD, Pemkab Ponorogo Hadirkan Wisata Malam di Telaga Ngebel

Senin, 02 Nov 2026 12:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Perkuat Pencegahan Narkoba, Pemkab Probolinggo Deklarasikan 10 Desa Bersinar

Perkuat Pencegahan Narkoba, Pemkab Probolinggo Deklarasikan 10 Desa Bersinar

Senin, 02 Nov 2026 12:40 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mulai meluncurkan deklarasi 10 Desa…

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak ribuan para penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Tulungagung terancam dicabut haknya lantaran kedapatan…

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI,  Lumajang- Semboyan “Guru Digugu lan Ditiru” yang memiliki makna bahwa seorang guru harus menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, serta menjadi t…