SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya meningkatkan literasi pasar modal masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, menilai pendirian Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Pasalnya, melalui galeri investasi tersebut, selain menjadi sarana investasi, pasar modal juga menjadi sumber pembiayaan bagi dunia usaha. "Galeri Investasi diharapkan menjadi pusat edukasi dan konsultasi bagi masyarakat sehingga mampu membangun budaya investasi yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik," ujar Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha, Kamis (02/07/2026).
Ia juga menambahkan aparatur sipil negara (ASN) perlu mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk berinvestasi secara bijak selama masih berada pada usia produktif. Selain itu, kepastian penghasilan dan jaminan pensiun yang dimiliki ASN tidak seharusnya membuat terlena dalam mempersiapkan kesejahteraan pada masa mendatang.
"Jangan sampai kita hanya mengandalkan dana pensiun. Karena masa depan yang sejahtera tidak hanya ditentukan oleh apa yang akan kita terima nanti, tetapi juga oleh keputusan yang kita ambil hari ini," kata dia.
Lebih lanjut, Gus Qowim, sapaan akrabnya juga menambahkan pasar modal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional karena selain menjadi sarana investasi juga menjadi sumber pembiayaan dunia usaha yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. Ia berharap Galeri Investasi dapat dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran yang aktif sekaligus memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Dan perlu diketahui, di Kota Kediri, jumlah Single Investor Identification (SID) hingga April 2026 tercatat sebanyak 23.923 investor atau meningkat 29,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai transaksi pasar modal di Kota Kediri juga mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 116,67 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi semakin meningkat. kd-02/dsy
Editor : Redaksi