SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini, harga oli terus mengalami kenaikan hampir setiap hari, dimana tidak hanya dirasakan oleh konsumen, tetapi juga dikeluhkan para pemilik bengkel sepeda motor di Ponorogo. Bahkan, beberapa merek oli yang biasa dicari pelanggan kini mulai sulit ditemukan di pasaran. Kenaikan harga oli terbilang cukup signifikan, yakni berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per botol.
Salah satunya adalah Ipung Mandiry, pemilik bengkel sekaligus montir di wilayah Keniten, yang mengaku resah dengan kondisi tersebut. Dirinya khawatir kondisi ini akan mempengaruhi usahanya karena pelanggan bisa saja beralih ke tempat lain, terutama mereka yang tidak mengetahui bahwa kenaikan harga berasal dari distributor.
Baca juga: Bengkel Umum Pinggir Jalan pun Penyesuaian Banderol
“Dulu harga oli sekitar Rp45 ribu per botol, sekarang sudah mencapai Rp65 ribu hingga Rp70 ribu. Sebagai pemilik bengkel, kami juga terpaksa menyesuaikan harga agar tidak merugi. Hampir setiap hari harga oli naik. Bahkan, ada beberapa merek yang biasa dicari pelanggan sekarang sulit didapat. Saya khawatir pelanggan mengira kami yang menaikkan harga, padahal kenaikan memang berasal dari distributor,” ujarnya, Rabu (17/06/2026).
Baca juga: Kewalahan Jual Dagangan, Harga Bawang Putih di Ponorogo Tembus Rp38 Ribu per Kg
Meski demikian, sejauh ini para pelanggan hanya sebatas mengeluhkan kenaikan harga tersebut dan belum sampai menunda penggantian oli yang memang sudah waktunya diganti. Pasalnya, secara ideal penggantian oli sepeda motor dilakukan setiap menempuh jarak 2.000 hingga 4.000 kilometer atau sekitar dua bulan sekali, tergantung jenis oli dan kondisi pemakaian kendaraan.
Baca juga: Jelang Grebeg Suro 2026, Dishub Ponorogo Siapkan Sejumlah Kantong Parkir
“Kebanyakan pelanggan hanya mengeluh karena harganya naik, tetapi tetap melakukan ganti oli karena memang sudah menjadi kebutuhan perawatan kendaraan,” jelasnya. pn-02/dsy
Editor : Redaksi