SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti percepatan dan keamanan pembangunan Sekolah Rakyat (SR), Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah fokus menyiapkan sistem perlindungan khusus untuk mengantisipasi potensi banjir karena lokasi pembangunan sekolah tersebut berada di dekat aliran sungai.
Langkah mitigasi telah dilakukan sejak tahap konstruksi melalui pemasangan bronjong dan pembangunan dinding penahan air guna melindungi kawasan sekolah beserta fasilitas pendukungnya. Pasalnya, aspek keamanan kawasan menjadi perhatian penting mengingat sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektar yang berada tidak jauh dari sungai.
Karena itu, perlindungan terhadap bangunan sekolah, asrama, hingga rumah susun guru harus dipastikan sejak awal. "Ada beberapa treatment (perawatan) khusus yang dilakukan. Sudah dipasang bronjong dan nanti akan ditambah lagi dinding penahan air. Jadi kalau misalnya terjadi banjir besar dan air tetap melimpas, masih ada perlindungan tambahan sehingga tidak menghantam bangunan, termasuk rusun guru," ungkap Menteri PU Dody Hanggodo, Kamis (18/06/2026).
Baca juga: Kuota Capai 270 Siswa, Pemkab Jombang Terjun Langsung Verifikasi Door to Door Peserta Sekolah Rakyat
Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi saat ini terus dikebut agar dapat difungsikan pada tahun ajaran baru Juli 2026. Sementara itu, terkait progres pembangunan telah mendekati 80 persen. Untuk mengejar target tersebut, Kementerian PU bersama penyedia jasa melakukan sejumlah langkah percepatan.
"Ini sudah hampir 80 persen. Total luas areanya 6,8 hektare. Kita sedang berupaya agar bisa selesai akhir Juni karena sebenarnya tinggal sedikit pekerjaan di bagian belakang," ujarnya.
Baca juga: Siap Tampung 1.000 Siswa, Sekolah Rakyat Berstandar Internasional Banyuwangi Ditarget Bulan Juni
Diketahui, untuk Sekolah Rakyat Banyuwangi dibangun dengan nilai kontrak Rp 219,59 miliar oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur melalui penyedia jasa Nindya-Modern KSO. Kompleks pendidikan tersebut dirancang sebagai sekolah berasrama dengan fasilitas yang lengkap. Program tersebut menjadi tahap awal dari target pemerintah menghadirkan sekitar 500 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada 2029, dengan sasaran setiap kabupaten memiliki setidaknya satu Sekolah Rakyat. by-01/dsy
Editor : Redaksi