SURABAYAPAGI.com, trenggalek - Selama libur sekolah, sebanyak ribuan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dirumahkan akibat penghentian sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sehingga, dengan adanya pemberhentian tersebut, ribuan relawan tersebut otomatis tidak bekerja mereka tidak mendapatkan upah. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) BGN Nomor 12, seluruh SPPG tidak beroperasi untuk memproduksi dan menyalurkan MBG.
Baca juga: Pelajar di Trenggalek Kini Bisa Menabung Lewat Program Sangu Sampah
"SPBG tidak melaksanakan pendistribusian mulai tanggal 22 Juni sampai 13 Juni," ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggalek Neo Ordikla, Senin (29/06/2026).
Diketahui, selama penghentian sementara tersebut ribuan relawan di masing-masing SPPG dirumahkan. Mereka juga tidak mendapatkan upah seperti biasannya. BGN hanya akan memberikan pembayaran untuk pengawas SPPG yakni Satpam, listrik, air dan biaya wifi.
Baca juga: Sumur Warga Mengering, 25 Desa di Trenggalek Alami Krisis Air Bersih
"Selebihnya tidak ada pembayaran termasuk insentif, berarti dirumahkan sementara," jelasnya.
Neo Ordikla menambahkan saat ini di Trenggalek memiliki 73 SPPG yang tersebar di 14 kecamatan. Dari jumlah tersebut 16 di antaranya sempat terkena suspensi dari BGN karena tidak sesuai standar. Setelah proses perbaikan, 8 SPPG dicabut suspensinya.
Baca juga: Kebakaran Lahap Satu Hektare Vegetasi Pohon Sono di Gunung Jabung di Trenggalek
Pihaknya menyebut saat ini BGN terus berupaya meningkatkan standar mutu pelayanan dari masing-masing dapur dalam memberikan pelayanan Makan Bergizi Gratis. Dan rencananya seluruh dapur yang tidak disuspen akan kembali beroperasi memberikan layanan MBG pada 14 Juli mendatang. tr-01/dsy
Editor : Redaksi