SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui pembangunan infrastruktur drainase dan normalisasi saluran untuk menjaga kapasitas aliran air, Pemkot Surabaya menargetkan penanganan sekitar 120 titik genangan lagi pada 2026, dari total sekitar 440 titik genangan hingga 2025. Namun, upaya penanganan genangan membutuhkan dukungan pemerintah pusat.
Pasalnya, normalisasi sungai yang menjadi kewenangan pemerintah pusat harus segera dilakukan. Diantaranya, sedimentasi di Sungai Surabaya, Kalimas, dan Kali Jagir sudah cukup tinggi. Karena itu, ketiga sungai tersebut perlu segera dinormalisasi agar aliran air kembali lancar.
Baca juga: Utamakan Kepentingan Publik, Pemkot Surabaya Gencar Tertibkan Jalan Nias
"Sebenarnya kita tidak bisa hanya mengandalkan Kota Surabaya yang bekerja. Pemerintah pusat juga memiliki kewajiban yang harus segera dilaksanakan," jelas Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, Senin (06/07/2026).
Sehingga, pihaknya berharap pembangunan pintu air di muara Kali Jagir segera direalisasikan. Menurutnya, pembangunan saluran baru tidak akan maksimal apabila muara mengalami pendangkalan. Pemkot Surabaya, juga telah mengirimkan surat kepada pemerintah pusat. Ia berharap pekerjaan normalisasi sungai dan pembangunan pintu air segera dilaksanakan.
Baca juga: Gandeng MUI, Pemkot Surabaya Targetkan Imunisasi Anak Sekolah hingga 90 Persen
Terpisah, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan penanganan genangan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemetaan sejak 2020. Hingga 2025, sekitar 440 titik genangan berhasil dituntaskan. Sehingga, pembangunan saluran drainase harus diimbangi dengan perawatan agar tetap berfungsi optimal.
"Untuk tahun 2026 ada sekitar 120 titik yang akan kami tangani. Penanganan dilakukan secara bertahap dan perencanaan untuk tahun 2027 mulai disusun pada 2026," ujar Adi.
Baca juga: Sasar Gen Z, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan dan Matangkan Desain Rusunami
Karena itu, Adi menilai penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu. Ia juga mengajak masyarakat tidak membuang sampah ke saluran drainase agar sistem pengendalian banjir dan rumah pompa dapat bekerja secara optimal. sb-04/dsy
Editor : Redaksi