China akan Hapus Keringanan Pajak Kendaraan Listrik

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dikutip dari CNEV Post, China akan menghapus keringanan pajak kendaraan untuk beberapa kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) mulai 1 Januari 2027. Ini menjadi langkah terbaru Pemerintah China untuk mengurangi dukungan pajak bagi industri tersebut seiring dengan terus meningkatnya penetrasi NEV hingga mencapai rekor tertinggi.

Jenis kendaraan yang akan dicabut insentif pajaknya antara lain kendaraan komersial listrik, kendaraan plug-in hybrid (termasuk extended-range), dan kendaraan komersial sel bahan bakar. Selain itu, kebijakan pengurangan separuh pajak kendaraan untuk kendaraan hemat energi juga akan dibatalkan. Hal itu disebutkan dalam sebuah pernyataan bersama dari Kementerian Keuangan, Administrasi Perpajakan Negara, dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

Baca juga: Dukung Hemat Energi dan Beralih ke Kendaraan Listrik, Pemkot Surabaya Sediakan SPKLU di 5 Lokasi Strategis

Meski begitu, mobil penumpang listrik berbasis baterai dan mobil penumpang sel bahan bakar tidak terpengaruh oleh penyesuaian tersebut. Berdasarkan undang-undang pajak kendaraan China, kedua jenis kendaraan ini tidak memiliki kapasitas mesin dan karenanya berada di luar cakupan pajak, sehingga tetap tidak dikenakan pajak.

Baca juga: Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Ini berarti mobil penumpang kendaraan listrik baterai (BEV) akan terus menikmati pajak kendaraan nol. Mobil listrik yang bebas pajak tahunan saat ini telah menjadi segmen terbesar NEV di China.

Baca juga: Lebih Banyak Bahayanya, China Larang Tren Gagang Pintu Tersembunyi

Untuk diketahui, pajak kendaraan di China adalah pajak properti yang dikenakan setiap tahun kepada pemilik atau pengelola kendaraan. Untuk mobil penumpang dengan kapasitas mesin lebih dari 1,6 liter hingga 2,0 liter, misalnya, pajak tahunan berkisar antara 360 yuan hingga 660 yuan (Rp 950 ribuan sampai Rp 1,7 jutaan. n ky, afp, hu

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 06 Jul 2026 23:41 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:43 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:47 WIB
Berita Terbaru