Menkeu Ngaku Belum Tahu Punya Utang Rp 25,8 Triliun ke Taspen

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PT TASPEN (Persero) Rony Hanityo Aprianto mengungkapkan pemerintah masih berutang sebesar Rp 25,8 triliun kepada Taspen.

Ternyata,Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum tahu soal piutang tersebut. Ia mengatakan akan mempelajari terlebih dahulu.

Baca juga: Chatib Basri tak Ditawari Prabowo, Jabatan Menkeu

"Saya belum tahu, saya akan pelajari lagi," ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Adapun utang tersebut berkaitan dengan unfunded past service liability (UPSL) atau kewajiban pembayaran manfaat pensiun yang belum dibayarkan pemerintah kepada peserta. Utang yang belum dibayarkan pemerintah ini untuk tahun 2022-2023.

Baca juga: Pasar Modal Bermasalah, OJK dan Kemenkeu Beresin

Di mana pada tahun 2022, tercatat UPSL sebesar Rp 22,18T yang disebabkan oleh perubahan metode perhitungan dan asumsi tingkat bunga. Kemudian, UPSL tahun 2023 sebesar Rp 3,69T yang disebabkan oleh perubahan manfaat Askem formula menjadi nominal dan tingkat bunga Aktuaria.

"Sebagaimana Bapak-Ibu tahu bahwa Taspen itu memiliki piutang UPSL sebesar Rp 25,8 triliun yang sampai saat ini masih belum terbayarkan gitu ya," ujar Rony dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Kemenkeu Janji Beresin Busana Muslim China Ilegal

Rony menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan saat ini masih membahas mekanisme pembayaran utang tersebut. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan opsi pembayaran utang tersebut dilakukan secara bertahap dalam lima hingga sepuluh tahun. n ec, gu

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru