SURABAYAPAGI.com, Malang - Terkait program revitalisasi 59 gedung sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) baik negeri maupun swasta, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, memberikan jaminan keamanan bagi pelajar dan menargetkan pembangunan gedung sekolah tersebut bakal tuntas tahun 2026 ini.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengungkap jika adanya revitalisasi puluhan sekolah tidak semuanya menggunakan APBD Kota Malang, tetapi ada yang diampu oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memakai APBN yang hanya mengakomodasi revitalisasi 10 gedung SD maupun SMP negeri dan swasta, sedangkan 49 lainnya menggunakan APBN.
Baca juga: Temukan Ratusan Kasus Baru HIV, Pemkot Malang Tegas Berantas Ancaman LGBT
"Tahun ini harus selesai semuanya, makanya mumpung libur dikebut. Revitalisasi menggunakan APBD totalnya sekitar Rp1 miliaran, tidak sampai Rp2 miliar dan yang APBN beragam ada Rp300 juta, ada Rp400 juta. Yang parah ada di daerah Kecamatan Blimbing, seperti pagarnya itu rusak jadi membahayakan," jelasnya, Minggu (12/07/2026).
Baca juga: Pemkot Malang Alokasikan Dana Hibah Ratusan Juta untuk 13 Ormas Berbadan Hukum
Pasalnya, secara teknis revitalisasi yang dilakukan melihat pada tingkat kerusakan di setiap sekolah. Dan khusus revitalisasi yang dibiayai menggunakan APBN, Suwarjana mengatakan jika prosesnya dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah penerima program bantuan.
Baca juga: Di Tengah Efisiensi di 2026, Pemkot Malang Pastikan Honor muadzin dan Khuffadz Tak Alami Perubahan
Sehingga, melalui revitalisasi ini Disdikbud Kota Malang berharap proses belajar mengajar di setiap sekolah tidak hanya berjalan aman, tetapi menghadirkan rasa aman kepada seluruh guru, tenaga pendidik, hingga siswa dan siswi. ml-01/dsy
Editor : Redaksi