APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan.

Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) yang menilai kebijakan tersebut tidak hanya berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT), tetapi juga berdampak pada keberlangsungan usaha sekitar 1,5 juta petani cengkeh di Indonesia.

APCI menilai IHT selama ini menjadi pasar utama bagi komoditas cengkeh nasional.

Sekitar 97 persen produksi cengkeh dalam negeri diserap industri kretek, sehingga setiap kebijakan yang berpotensi menurunkan kinerja industri diyakini akan berimbas langsung pada berkurangnya permintaan cengkeh di tingkat petani.

Wakil Ketua APCI Heru Wardhana mengatakan, upaya menekan prevalensi perokok anak seharusnya dilakukan melalui penguatan edukasi dan sosialisasi, bukan dengan regulasi yang dinilai dapat melemahkan industri hasil tembakau.

"Jika tujuan utamanya adalah menekan prevalensi perokok anak, ayo sama-sama ditingkatkan edukasi dan sosialisasinya. Bukan dengan membunuh industri dan petani melalui rancangan penyeragaman kemasan," ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Menurut Heru, petani merupakan pihak yang paling awal merasakan dampak apabila industri hasil tembakau mengalami penurunan produksi akibat regulasi yang semakin ketat. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menekan pembelian bahan baku dari petani.

Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah menyusun Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) mengenai penyeragaman kemasan rokok.

Dalam rancangan tersebut, seluruh produk rokok diwajibkan menggunakan desain kemasan yang seragam, mulai dari jenis huruf, bentuk, hingga warna dengan standar Pantone 448C, sehingga identitas merek tidak lagi menjadi elemen dominan pada kemasan.

APCI menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi daya saing produk rokok legal di pasar. Apabila penjualan industri menurun, kebutuhan terhadap bahan baku tembakau dan cengkeh juga dikhawatirkan ikut berkurang.

"Cengkeh dan tembakau merupakan dwi komoditas yang diserap industri hasil tembakau, terutama untuk produksi kretek. Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, cengkeh juga menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia," kata Heru.

Ia menambahkan, Indonesia masih menjadi salah satu produsen sekaligus eksportir cengkeh terbesar di dunia.

Karena itu, menurutnya, setiap kebijakan yang berkaitan dengan rantai pasok industri hasil tembakau perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani.

"Jangan sampai ada regulasi yang justru berseberangan dengan upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertanian nasional," tegasnya.

Berdasarkan data APCI, luas perkebunan cengkeh nasional mencapai sekitar 570 ribu hektare dengan produksi sekitar 145 ribu ton per tahun.

Sebagian besar produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat yang menggantungkan penjualan hasil panennya kepada industri kretek.

Heru mengingatkan, apabila penjualan industri hasil tembakau menurun akibat kebijakan penyeragaman kemasan, langkah efisiensi yang paling mungkin dilakukan perusahaan adalah mengurangi pembelian bahan baku dari petani.

"Ujungnya, pembelian bahan baku dari petani dikurangi. Petani cengkeh akan terdampak ekonominya," pungkasnya.

Tag :

Berita Terbaru

Wamendagri Minta Kepala Daerah Naik Transportasi Publik

Wamendagri Minta Kepala Daerah Naik Transportasi Publik

Kamis, 17 Sep 2026 07:50 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:50 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyoroti persoalan yang ada pada kepala daerah. Pertama yakni soal kurangnya k…

Arab Saudi Protes Situs‐situs Suci di Masjidil Haram dan Masjid, Diserang

Arab Saudi Protes Situs‐situs Suci di Masjidil Haram dan Masjid, Diserang

Kamis, 17 Sep 2026 07:47 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:47 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Urusan Keagamaan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu menilai tindakan yang menargetkan situs-situs suci merupakan pelanggaran n…

Kongkow Politisi Gerindra-PDIP, Hasilkan Cuan

Kongkow Politisi Gerindra-PDIP, Hasilkan Cuan

Kamis, 17 Sep 2026 07:43 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:43 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo Subianto saat kongkow dengan Pramono Anung, happy. Politisi Gerindra itu malah memuji Gubernur Jakarta atas capaian t…

Wamen: Nusron, Pasti Ikuti

Wamen: Nusron, Pasti Ikuti

Kamis, 17 Sep 2026 07:38 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid tidak hadir dalam rapat di DPR selama dua hari b…

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com – Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq sudah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). K…

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Skandal ini membongkar praktik kongkalikong pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. Kasus bermula dari pengajuan perpanjangan HGB a…