Masuk Tahun Ajara Baru, Pemkot Surabaya Serahkan Bantuan Pendidikan ke Pelajar

surabayapagi.com
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa di Surabaya. SP/Foto:Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memasuki Tahun Ajaran Baru, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyerahkan bantuan pendidikan kepada 7.380 siswa SMA/SMK/MA sederajat yang berasal dari keluarga miskin dan prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat yang masuk dalam kelompok desil kesejahteraan terendah, berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki.

"Program ini sesuai ketentuan dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025. Khusus bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK/MA swasta, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan," ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (13/07/2026).

Baca juga: Pemkot Surabaya Imbau Ayah Antar Anak Sekolah, Cegah Fenomena Fatherless

Diketahui, program tersebut merupakan wujud komitmen Pemkot Surabaya dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya dan program bantuan pendidikan tersebut tidak menggunakan sistem kuota karena Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan berdasarkan data masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5 agar penyalurannya tepat sasaran.

Baca juga: Antisipasi Insiden Kebakaran, Pemkot Surabaya Perketat Penjagaan TPA Benowo

Oleh karena itu, bantuan tidak hanya diberikan kepada siswa baru kelas X, tetapi juga kepada pelajar kelas XI dan XII agar mereka turut memperoleh perlengkapan sekolah yang memadai. "Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran," ujarnya.

Baca juga: Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

Selain menyerahkan bantuan, Wali Kota Eri juga memberikan pesan kepada para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti geng motor, balap liar, dan tawuran. Ia juga mengajak para siswa aktif mengikuti kegiatan positif di lingkungan tempat tinggal serta membanggakan orang tua melalui prestasi. "Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo bisa menjadi generasi yang membanggakan," katanya. sb-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru