SURABAYAPAGI.com, Blitar — Polemik batasan akses di Jalan Puncak Bendungan Lahor yang menghubungkan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang membuahkan titik terang untuk akses arus jalan di atas Puncak Kali Lahor bisa dilewati kendaraan R4 kembali.
Hal itu setelah pihak PJT I yang berkantor di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, melakukan ratas bersama Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih, S.I.K., KH. Nasution, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri, S.H., S.I.K., M.Si., serta perwakilan dari Pemkab Blitar oleh Camat Selopuro Agung Tamat. Hadir pula Kapolsek Selorejo AKP Hery Purwanto, perwakilan dari Desa Selorejo oleh Kades Kecamatan Selorejo, BPD, dan BPBD, termasuk tomas Desa Selorejo.
Dalam rapat terbatas itu, yang membahas polemik akses jalan Puncak Bendungan Kali Lahor dan berlangsung hampir tiga jam tersebut, menghasilkan kesepakatan bersama dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
Hari ini tanggal 1 Agustus 2026 dan seterusnya, kendaraan R4 diperbolehkan melintas di Jalan Puncak Kali Lahor dengan batasan waktu. Mulai pukul 22.00 sampai 03.00, seluruh R4 dilarang melintas, kecuali sepeda motor dan kendaraan emergency seperti ambulans.
Untuk ranmor R4 bisa melewati mulai 1 Agustus 2026, mulai pukul 04.00 sampai pukul 22.00, termasuk motor R2.
Dengan keputusan tersebut, masyarakat yang tadinya berorasi dan mendengar keputusan tersebut bersorak gembira atas kebijakan yang diambil oleh pihak PJT I. Untuk diketahui, dalam orasinya sebelum ratas dimulai, masyarakat mengancam akan menurunkan setiap desa 100 orang dari 10 desa di wilayah Kecamatan Selopuro.
Perlu diketahui, kemelut atas dilarangnya mobil roda 4 melintas di Jalan Puncak Bendungan Kali Lahor tersebut dikeluarkan pihak PJT I oleh Direktur Operasional PJT I Nomor 0017/WM/DOPS/VII/2026 tentang pembatasan arus lalu lintas yang melintas di akses Puncak Jembatan Kali Lahor. Seluruh kendaraan R4 mulai tanggal 1 Agustus 2026 dialihkan ke jalan provinsi Blitar - Malang atau sebaliknya.
Setelah dinyatakan dibuka kembali, akses jalan yang melewati jembatan Kali Lahor mulai ramai. Les
Editor : Redaksi