SURABAYAPAGI.com, Madiun - Selama musim kemarau turut mendorong produktivitas pelaku usaha kerupuk di Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Pasalnya, dengan cuaca cerah dengan sinar matahari yang melimpah mempercepat proses pengeringan kerupuk mentah. Oleh karenanya, juga turut mendorong peningkatan produksi hingga 50 persen.
Namun di balik meningkatnya produksi, produsen masih harus menghadapi lonjakan harga bahan baku. Sehingga, meningkatnya produksi juga diimbangi dengan tingginya permintaan pasar. Hal itu turut dirasakan salah satu produsen kerupuk bawang di Desa Candimulyo, Suyoko, yang biasanya hanya mampu memproduksi sekitar satu kuintal kerupuk per hari, kini produksinya meningkat menjadi 1,5 kuintal per hari atau naik sekitar 50 persen.
Baca juga: Musim Kemarau, Pemkab Lumajang Tetapkan Status Tanggap Darurat Kekeringan
"Biasanya sehari satu kuintal, sekarang bisa satu setengah kuintal. Pengaruhnya karena sinar matahari, jadi kerupuk lebih cepat kering. Kalau musim hujan bisa dua sampai tiga hari, sekarang sehari sudah kering," ujar Suyoko, Senin (13/07/2026).
Suyoko mengaku hasil produksinya selalu habis terserap pasar. Pemasarannya menjangkau warung sembako, pusat penggorengan, hingga toko-toko di berbagai daerah. Dalam sekali pengiriman, jumlah kerupuk yang didistribusikan bisa mencapai sekitar satu ton.
Baca juga: Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg
"Saya bawa pick up, ke arah Ponorogo, Wonogiri, Klaten perbatasan Yogyakarta," ucapnya.
Sehingga, meski bahan baku naik, untuk menjaga kelangsungan usaha tanpa mengurangi kualitas produk, Suyoko melakukan penyesuaian harga jual. Kerupuk varian bawang yang sebelumnya dijual Rp 80 ribu per bal kini menjadi Rp 83 ribu, sedangkan varian ketumbar dijual Rp 85 ribu per bal isi lima kilogram.
Baca juga: Antisipasi Gagal Panen, Pemkab Lamongan Lakukan Gerdal OPT WBC Serentak Pakai Drone
Meski harga jual mengalami penyesuaian, permintaan pasar masih tetap stabil. "Harapannya harga bahan baku bisa kembali turun, stabil di harga semula jadi harga kerupuknya tidak naik," jelasnya. md-01/dsy
Editor : Redaksi