Hanguskan Tujuh Stan di Pasar Agrobis Babat, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

surabayapagi.com
Kondisi kebakaran yang menghanguskan tujuh stan di Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. SP/ LMG

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Warga di Pasar Agrobis Babat, Kabupaten Lamongan dihebohkan dengan peristiwa kebakaran di kawasan tersebut hingga menghanguskan sebanyak tujuh stan, dan diperkirakan menelan kerugian hingga Rp1 miliar tanpa menimbulkan korban jiwa. Sehingga, warga sekitar dengan sigap melaporkan kejadian tersebut ke pemadam kebakaran terdekat.

Setelah adanya laporan kebakaran yang diterima petugas pada pukul 20.39 WIB setelah api diketahui muncul sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas tiba di lokasi pada pukul 20.45 WIB. Api pertama kali terlihat dari stan nomor BA-01 yang menjual aneka plastik dan styrofoam. Kobaran api kemudian membesar dan merambat ke bagian depan toko serta bangunan di sekitarnya karena material yang mudah terbakar. Beruntung, api berhasil  dipadamkan sepenuhnya pada Senin pukul 04.30 WIB

Baca juga: Antisipasi Kebakaran TPA Supit Urang, DLH Kota Malang Manfaatkan Limbah Susu

Diketahui, sebanyak tujuh stan yang terbakar tersebut berukuran masing-masing 3 x 4 meter milik pedagang aneka plastik dan styrofoam. Sementara itu, untuk enam stan di sekitar lokasi juga terdampak akibat kobaran api.

Baca juga: Omzet Pedagang Alat Tulis Melonjak hingga 150 Persen Jelang Masuk Sekolah

"Proses pemadaman selesai pada pukul 04.30 WIB dan saat ini dalam proses pembasahan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar," ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kabupaten Lamongan Rayin, Senin (13/07/2026).

Baca juga: Pelapor Bantah Mencabut Laporan, Desak Korps Adhyaksa Selidiki Dugaan Korupsi Bantuan KIP Kuliah Rp 7,7 Miliar di Unisla

Hingga Senin pagi, petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait masih melakukan pembasahan dan pendataan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan serta mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. lm-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru