SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui balap perahu fiber tidak hanya menjadi ajang adu cepat di atas ombak, namun juga mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan persaudaraan para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut di Dermaga Pantai Darmo, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Di balik deru mesin dan hempasan ombak, tradisi tersebut terus dijaga agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, yang diikuti puluhan nelayan dari berbagai dusun. Jika biasanya mereka berangkat mencari ikan, kali ini mereka berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi melalui kompetisi yang sarat adrenalin. Perlombaan tersebut juga menjadi hiburan menarik yang disaksikan ratusan warga.
Baca juga: Tradisi Ritual Larung Sembonyo di Pantai Sidem Sedot Ratusan Pengunjung
Antusiasme masyarakat juga terlihat begitu tinggi. Ratusan warga memadati kawasan Pantai Darmo untuk menyaksikan perlombaan dari dekat. Sebagian rela berdiri di tepian pantai meski harus terkena percikan air laut demi menikmati jalannya balapan.
Baca juga: Berkonsep Panggung Berjalan, Festival Rontek Pacitan 2026 Perkuat Identitas Budaya
Salah seorang penonton, Ririn Ifani, mengaku selalu menantikan perlombaan tersebut setiap tahun karena menghadirkan hiburan yang berbeda. "Seru sekali melihat perahu-perahu nelayan balapan. Biasanya dipakai mencari ikan, sekarang dipakai lomba. Kami sengaja datang bersama keluarga karena acaranya ramai dan menghibur," ujarnya, Selasa (14/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta menggunakan perahu operasional yang setiap hari dipakai mencari ikan di perairan utara Probolinggo. Tidak ada perahu yang dimodifikasi khusus untuk balapan, sehingga kemampuan mengendalikan perahu menjadi faktor utama dalam menentukan pemenang. Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan agar balap perahu fiber menjadi agenda wisata bahari tahunan di Kabupaten Probolinggo.
Baca juga: Kirab Budaya, Tradisi Melestarikan Budaya 'Sedekah Bumi' yang di Selenggarakan Abdi Dalem Joko Dolog
"Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda wisata bahari tahunan Kabupaten Probolinggo. Potensinya besar karena mampu menarik banyak pengunjung sekaligus melestarikan tradisi nelayan," ungkap Ketua Panitia, Muhammad Saturi. pr-01/dsy
Editor : Redaksi