SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka melestarikan seni dan budaya Jawa Timur, sekaligus mendukung proses regenerasi bagi seniman muda di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen dalam penguatan karakter berbasis kearifan lokal untuk membentengi generasi penerus bangsa dari gempuran kebudayaan asing. Diantaranya, dengan membuka lebar akses ruang publik bagi para seniman dan anak-anak dalam berkreasi.
“Maka pembentukan karakter ini akan kita buka. Banyak tempat-tempat nanti, InsyaAllah saya sudah sampaikan ke Kadis Pariwisata, baik itu taman maupun pendopo kelurahan atau kecamatan yang ada, bisa dibuat untuk mengembangkan seni budaya. Apakah dibuat tempat latihan atau apapun, silakan," ujar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam acara Sarasehan Seniman Reog dan Jaranan se-Surabaya, Selasa (28/07/2026).
Wali Kota Eri menjelaskan bahwa upaya regenerasi tidak cukup hanya dengan mendirikan sanggar, tetapi juga memberikan panggung nyata bagi para seniman muda agar dapat tampil secara konsisten di ruang publik. Selain itu, melihat potensi besar Paguyuban Purbaya yang sukses meraih juara ketiga pada ajang Festival Reog Nasional di Ponorogo baru-baru ini, Pemkot Surabaya terpacu untuk memfasilitasi ajang serupa di Kota Pahlawan.
Sementara itu, Pembina sekaligus Penasehat dari kelompok kesenian Reog Purbaya Heru Sancoko yang menaungi 47 grup Reog dan 10 grup Jaranan di Surabaya berkomitmen untuk selalu adaptif, menjaga kondusivitas kota, serta bersinergi penuh dengan Pemkot Surabaya dalam menjaga iklim seni dan regenerasi penerus.
“Melalui sinergi ini, kami berharap agar kesenian Reog dan Jaranan tidak hanya eksis di Surabaya, tetapi juga mampu membawa nama baik Kota Surabaya ke tingkat yang lebih luas," jelas Heru. sb-06/dsy
Editor : Redaksi