Antisipasi Kasus HIV/AIDS, KPA Tulungagung Sasar Ribuan Siswa Baru Edukasi Dini

surabayapagi.com
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung, memberikan edukasi pencegahan HIV/AIDS menyasar 1.140 siswa baru tingkat SMA dan SMK. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyasar 1.140 siswa baru tingkat SMA dan SMK dalam program edukasi pencegahan HIV/AIDS. Pasalnya, edukasi kepada remaja menjadi bagian penting dalam upaya menekan penambahan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat di tengah derasnya arus informasi dari media sosial. "Remaja menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian, karena masih dalam fase mencari informasi dan pembentukan karakter," ujar Sekretaris KPA Tulungagung Ifada Nur Rohmania, Rabu (15/07/2026).

Baca juga: Kemarau, 11 Hektare Tanaman Padi di Tulungagung Terdampak Kekeringan

Berdasarkan data KPA Tulungagung, tercatat sebanyak 630 remaja terinfeksi HIV/AIDS atau sekitar 13,88 persen dari total 4.540 kasus HIV/AIDS yang tercatat di Kabupaten Tulungagung. Sehingga, adanya edukasi diperlukan sebagai penyeimbang terhadap berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Baca juga: Kasus HIV Bertambah, Pemkot Malang Mulai Optimalisasi Layanan VCT

Selain itu, para remaja perlu dibekali pemahaman agar mampu memilah informasi serta memahami risiko dari perilaku yang dapat membahayakan kesehatan. Sehingga, pihaknya berharap adanya kegiatan edukasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran generasi muda sekaligus menjadi langkah preventif untuk menekan angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung.

Baca juga: Viral di Medsos Pelajar di Sidoarjo Terpapar HIV Capai 522 Orang, Dinkes: Tidak Sesuai Data Resmi

"Melalui edukasi ini kami memberikan pemahaman tentang pencegahan HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, serta pentingnya kontrol diri dan menjaga privasi tubuh. Kami berharap upaya ini mampu memberikan pemahaman sejak dini, sehingga remaja dapat menjaga diri dan mengambil keputusan yang tepat," pungkasnya. tl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru