SURABAYAPAGI.com, Magetan - Seiring memasuki puncak musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi lebih panas dan kering, Petugas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Jawa Timur meminta warga untuk mewaspadai potensi yang meningkat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) utamanya di wilayah tepian hutan dan lahan tebu.
Pasalnya, berdasarkan data, hingga akhir Juli 2026, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Magetan mencatat ada 49 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut hampir menyamai total kasus sepanjang tahun 2025 yang mencapai sekitar 60 kejadian.
Baca juga: Tetapkan Siaga Darurat Kemarau, BPBD Petakan 13 Desa di Malang Rawan Kekeringan
Dari seluruh peristiwa kebakaran tersebut, kebakaran lahan menjadi jenis kejadian yang paling mendominasi. Sebanyak 29 kasus terjadi di lahan tebu, rumpun bambu (bambrongan), maupun semak belukar yang sangat mudah terbakar akibat kondisi cuaca kering disertai angin kencang.
"Memang pada musim kemarau ini terjadi peningkatan kebakaran lahan, terutama di lahan tebu dan rumpun bambu. Sebagian besar dipicu oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemakaian api, termasuk kebiasaan membakar sampah yang kemudian merambat ke rumpun bambu," ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan Ali Sukamto, Rabu (22/07/2026).
Baca juga: Krisis Air, BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Ratusan KK Terdampak Kekeringan
Sehingga, adanya lonjakan kasus mulai terlihat sejak memasuki musim kemarau. Jika pada periode Januari hingga April jumlah kebakaran relatif rendah dan didominasi kebakaran rumah akibat kelalaian saat memasak, maka sejak Mei hingga Juli tren kebakaran lahan meningkat signifikan.
Guna menghadapi meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan, Damkar Magetan menyiagakan delapan armada, terdiri dari lima unit kendaraan rescue dan tiga truk tangki air. Seluruh armada didukung 25 personel yang bersiaga selama 24 jam untuk menangani kebakaran maupun operasi penyelamatan lainnya. Sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api selama musim kemarau.
Baca juga: Was-was, Kebakaran Lahan di Magetan Meningkat Tajam saat Musim Kemarau
"Jika menemukan titik api, segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani lebih cepat sebelum meluas," katanya. mg-01/dsy
Editor : Redaksi