Pemkot Siap Sulap Kebun Raya Mangrove Surabaya Jadi Spot Belajar Energi Terbarukan

surabayapagi.com
Pemkot Surabaya melalui (Brida terus berkomitmen mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM). SP/Foto:Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) terus berkomitmen mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM) dengan fokus pengembangan KRM adalah menghadirkan model mini energi baru terbarukan (green energy) sebagai sarana edukasi interaktif.

Kepala Brida Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa kawasan itu nantinya tidak hanya disiapkan sebagai tempat wisata, tetapi juga didorong menjadi laboratorium edukasi berbasis living lab yang ramah bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Baca juga: Pemkot Surabaya Percepat Bangun Rumah Pompa Baru di Ketintang, Antisipasi Musim Hujan

“Karena kawasan ini adalah area konservasi dan lindung yang mengutamakan lingkungan, maka energi terbarukan merupakan bentuk nyata yang harus kita wujudkan. Kita buat model mininya di sini agar anak-anak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa belajar dan melihat langsung," ujarnya, RAbu (22/07/2026).

Baca juga: Lindungi Hak Masyarakat, Pemkot Surabaya Wajibkan Tempat Usaha Kantongi Izin Parkir

Dalam perencanaannya, Brida mengembangkan tiga bentuk energi terbarukan yang dapat dipelajari secara langsung oleh pengunjung. Pertama adalah Panel Surya dengan memanfaatkan potensi sinar matahari. Kedua merupakan inovasi Terangin yang lahir dari Inovboyo tahun 2025, terobosan ini mengolah hembusan angin kawasan pesisir menjadi daya listrik. Sementara itu, inovasi ketiga adalah Pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi sumber energi alternatif. Energi yang dihasilkan bisa berupa listrik ataupun bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

Berdasarkan hasil uji coba dari tumpukan sampah akhir pekan di KRM, volume sampah yang terkumpul terbukti sangat potensial untuk dikembangkan. Selain memproses sampah plastik, limbah biomassa seperti ranting dan daun kering yang selama ini hanya ditumpuk juga akan diolah melalui proses serupa. Melalui berbagai pengembangan fasilitas, mulai dari wahana hiburan, sarana olahraga hingga sarana penelitian, Pemkot Surabaya berharap KRM dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.

Baca juga: Lewat Game Web 'Mangrove Throne', Pemkot Ajak Generasi Muda Cintai Lingkungan

“Tantangan utamanya adalah edukasi masyarakat dalam memilah sampah dari awal. Jika pengunjung dan warga bisa memisahkan antara sampah biomassa dan non-biomassa (plastik), proses pirolisis akan jauh lebih efektif dan sederhana," jelasnya. sb-04/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru