Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kota Malang Gencarkan Sosialisasi CKG ke Puskesmas

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pelayanan cek kesehatan gratis yang digelar di Kota Malang. SP/MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna meningkatkan capaian program pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 kepada masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, terus mendorong puskesmas untuk gencar menyosialisasikan program tersebut. Bahkan, dalam satu hari rata-rata layanan puskesmas se-Kota Malang dikunjungi antara 150 hingga 200 orang.

"CKG sampai sekarang terus berproses sehingga teman-teman di 16 puskesmas kami harapkan melakukan sosialisasi, capaian sementara ini baru 16 persen," jelas Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif, Rabu (29/07/20260.

Baca juga: Perketat Keamanan, Dinkes Kota Malang Pastikan 71 SPPG Kantongi SLHS

Selain puskesmas, pihaknya juga memaksimalkan layanan CKG yang diselenggarakan di puskesmas pembantu (pustu) dan 640 pos pelayanan terpadu (posyandu). Dimana, seluruh pelayanan program dari pemerintah pusat ini, kata dia, diselenggarakan setiap hari di seluruh layanan kesehatan tersebut.

Baca juga: Dinilai Cukup Tinggi, Dinkes Catat Temuan 186 Kasus Baru HIV di Kota Malang

Lebih lanjut, Husnul menyampaikan setiap hasil CKG yang telah dilaporkan akan langsung dievaluasi setiap Selasa, kemudian diunggah melalui Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK). "Jadi CKG pertama kami input, ketika CKG kedua kami tidak input karena setahun sekali, dari jumlah 150 sampai 200 orang sekitar 50 hingga 60 persenan baru melaksanakan CKG," ucapnya.

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, kata dia, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyakit paling banyak, yakni hipertensi, diabetes, serta gangguan sirkulasi pada pernapasan dan darah. Selain itu, Dinkes Kota Malang menyebut masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatannya lewat program itu.

Baca juga: Layanan VCT HIV, Dinkes Kota Malang Sebut Sudah Tersedia di Setiap Puskesmas

Ia menjelaskan program CKG yang digagas oleh pemerintah pusat sesungguhnya sebagai langkah deteksi dini gangguan kesehatan yang nantinya bisa ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis lebih detail di rumah sakit. "Kalau dulu karena belum memiliki pemahaman yang utuh sehingga pada semua wilayah, terutama saat ada layanan (kesehatan) di luar gedung kami menyampaikan ada akses dan pemeriksaan secara gratis," ucapnya. ml-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru