SURABAYAPAGI.com, Blitar – Seiring musim kemarau yang panjang termasuk wilayah Blitar Raya (Kabupaten/Kota) terjadi kebakaran pemukiman dan beberapa rumah bedeng atau kandang ayam, walau korban jiwa tidak ada, namun kerugian material capai ratusan juta rupiah.
Hal itu Surabaya Pagi menemui Kasi Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar Tedi Prasojo tadi pagi di kantornya untuk konfirmasi tentang belasan rumah yang terbakar dalam bulan Juli ini, pria berbadan tegap ini menyampaikan, bahwa pihaknya kurun waktu bulan Juli sampai kemarin (28/7/2026) kebakaran yang terjadi di wilayah Gandusari, sudah menangani kasus kebakaran 20 kali, Tedy menambahkan, kebakaran itu rata-rata kelalaian manusia ketika menggunakan sumber api, sekaligus akibat aktivitas yang gunakan api tanpa pengawasan dari pihak-pihak korban kebakaran.
Baca juga: Terdampak Kekeringan, 120 KK di Ponorogo Cari Air hingga ke Hutan
"Betul kebakaran selain musim kemarau, juga dipicu kelalaian saat aktivitas menggunakan api, juga kelalaian pengguna sarana api di lingkungan rumah, kita sudah 20 kali lakukan pemadaman baik siang maupun malam hari bahkan waktu dini hari, memang dari penyelidikan bersama polisi, rata-rata akibat kelalaian." Terang Tedy Prasojo.
Masih menurut Tedy bahwa, selain kelalaian, juga para korban kebakaran pemukiman maupun kandang ternak, ketika melakukan pembakaran atau peralihan tidak ditunggu yang mengakibatkan api merembet ke pemukiman, kandang-kandang ternak dipicu juga lingkungan sekitar kebakaran banyaknya daun-daun, dahan-dahan yang berserakan di sekitar kebakaran, sehingga kebakaran merembet ke pemukiman.
Baca juga: BPBD Kabupaten Malang Lakukan Kesiapan SDM dan Peralatan
"Selain itu kebakaran dipicu juga adanya penggunaan kompor, obat nyamuk bakar yang masih sering digunakan masyarakat, termasuk sumber-sumber api lain yang memicu kebakaran, hal ini juga perlu perhatian." Ujar Tedy.
Baca juga: Antisipasi Musim Kemarau dan Kebakaran, Lamongan Siapkan 948 Relawan
Dalam mengakhiri keterangannya pria yang hobi lari-lari sore ini, menghimbau seluruh masyarakat, agar tidak meninggalkan sumber api saat aktivitas tanpa pengawasan.
"Sekaligus untuk memperhatikan dan pengawasan secara rutin memperhatikan memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat-tempat usahanya, ayo kita waspada selalu untuk aktivitas yang gunakan sarana api, guna menekan tentang terjadinya kebakaran." Pungkas Tedy dengan pesannya pada masyarakat. Les
Editor : Redaksi