SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Melalui pemasangan jaring, normalisasi saluran, dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan solusi jangka pendek dan menengah untuk mengatasi penumpukan sampah di aliran sungai Kecamatan Sukodono, yang disepakati dalam audiensi di Sidoarjo, Senin, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Sukodono, dan para kepala desa sebagai tindak lanjut masih ditemukannya tumpukan sampah di sejumlah sungai.
“Persoalan sampah di Kecamatan Sukodono tidak bisa diselesaikan dengan membersihkan sungai saja, yang harus kita benahi adalah sistemnya, mulai dari penanganan di hulu hingga pengolahan sampah di tingkat desa agar tidak lagi dibuang ke sungai,” ujar Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Selasa (04/08/2026).
Baca juga: Fokus Pulihkan Fungsi Lahan, Pemkab Bongkar 21 Lapak Eks Lokalisasi Sidoarjo
Menurutnya, enam desa yang menjadi perhatian karena memiliki penumpukan sampah terbanyak di aliran sungai yakni Desa Jogosatru, Cangkringsari, Pademonegoro, Pekarungan, Suruh, dan Jumputrejo. Sehingga, sebagai solusi jangka pendek, Mimik menjelaskan pemerintah akan memasang jaring pada titik intake atau saluran pengambilan air baku di masing-masing desa untuk menahan sampah yang terbawa arus sungai.
Baca juga: Cegah Ancaman Narkoba, Pemkab Sidoarjo Ajak Warga Perkuat Awasi Keluarga
Menurutnya, Pemkab Sidoarjo juga mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai solusi jangka menengah agar sampah dapat diolah sejak dari sumber sehingga hanya residu yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Baca juga: Solusi Atasi Sampah, Pemkab Sidoarjo Perkuat Sinergi Lebih Efektif dan Berkelanjutan
Pasalnya, Kecamatan Sukodono merupakan salah satu kawasan dengan pertumbuhan penduduk dan perumahan yang pesat sehingga volume sampah terus meningkat dan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengelolaannya. Sehingga, adanya pembersihan sungai yang selama ini dilakukan secara rutin belum mampu menghentikan munculnya kembali tumpukan sampah sehingga perubahan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi kunci penyelesaian persoalan. sd-02/dsy
Editor : Redaksi