SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Simpang, Kecamatan Prambon menaruh perhatian besar terhadap program ketahanan pangan.
Salah satunya mengembangkan usaha peternakan kambing yang berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sukses Bersama.
Baca juga: Sukseskan Program Ketahanan Pangan, Pemdes Cangkringturi Usaha Ternak Kambing
”BUMDes memegang peran kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan, maka langkah-langkah strategis perlu dirancang agar program ini berjalan efektif serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujar Kepala Desa (Kades) H. Moh. Abdul Kamim, saat ditemui Surabaya Pagi diruang kerjanya, Kamis (6/8/2026).
Kades Kamim menerangkan, dalam pengelolaan BUMDes, sudah ada regulasi pengalokasian minimal 20�na Desa (DD) sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kepmendesa - PDTT) No. 3 Tahun 2025 untuk ketahanan pangan melalui penyertaan modal bagi BUMDes.
Jajaran Pemdes Simpang telah telah mengidentifikasi potensi sumber daya lokal desa. Dari situ, BUMDes menyusun rencana usaha yang mencakup analisis kebutuhan modal, sarana, tenaga kerja, serta target pasar.
”Di akhir tahun 2025 akhirnya disepakati untuk berkolaborasi dengan BUMDes yang sudah berjalan untuk saling bersinergi,” terangnya.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan, BUMDes Kedungsugo Budidaya Melon Hidroponik
Ketua BUMDes Sukses Bersama, Dwi Heriyanto menambahkan, jika unit usaha yang dikembangkan ada di sektor peternakan berupa budidaya ternak kambing lokal.”Untuk jumlah ternak kambingnya, saat ini terdapat 40 ekor,” ungkapnya.
Dengan perhitungan modal awal dengan cakupan lahan yang cukup luas, jajaran Pemdes dan BUMDes Simpang berupaya sekuat tenaga agar program ini berjalan efektif tanpa harus merugi.
”Kami harus mampu memanfaatkan keuntungan yang diperoleh untuk diputar kembali sebagai modal dan pengembangan ke depannya,” ucapnya.
Baca juga: Modal Usaha BUMDes Temu Diduga Jadi Bancakan, Pemuda Lira Ancam Lapor ke APH
Selain untuk pengembangan pembangunan infrastruktur penunjang, ke depan juga akan terus dilakukan pelatihan dan pemberdayaan guna meningkatkan kapasitas masyarakat.
”Pihak BUMDes juga terus kami dorong untuk menjalin kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengembangan dan pengoptimalan pemasaran,” pungkasnya. jum
Editor : Redaksi