SURABAYAPAGI.com - Tiga helikopter water bombing diturunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman di kawasan Gunung Bromo. Petugas memperkirakan luas area yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Api membakar lahan yang didominasi rumput kering khas pegunungan, sejumlah vegetasi, hingga bunga edelweiss.
Lokasi Terdampak: Membakar kawasan vegetasi, rumput kering, dan bunga edelweiss yang tersebar di wilayah Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, dan Malang. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan pada Minggu pagi.
Baca juga: TNBTS SEBUT 520 HEKTARE KAWASAN TELAH DILALAP API
Mereka menyusun strategi pemadaman untuk mencegah api semakin luas. Pemadaman dilakukan melalui dua skema, yakni operasi darat dan udara. Dari udara, tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menyiram sejumlah titik api.
Baca juga: Emil Dardak: Evaluasi SPPG di Tangan BGN, Pemprov Fokus Permudah Izin
Sementara itu, dari jalur darat, petugas mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, tiga drone water spray, serta ratusan personel gabungan dari berbagai unsur.
Emil mengatakan kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, petugas menghadapi keterbatasan peralatan manual untuk menangani titik panas dan bara yang tersisa.
Baca juga: Soal Pemutihan Pajak Kendaraan, Emil Pilih Tunggu Momentum Pengumuman Resmi
“Kendala kita saat ini memang keterbatasan alat manual. Ada titik panas yang masih tersisa, api kecil itu memang harus manual. Yang besar ditangani menggunakan helikopter,” ujar Emil, Minggu (9/8/2026). Seluruh akses pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total untuk umum sejak Sabtu malam, 8 Agustus 2026. pb/se
Editor : Redaksi