SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan berkomitmen akan segera mengendalikan distribusi air Bengawan Jero untuk memastikan kebutuhan irigasi pertanian tetap terpenuhi khususnya bagi pertanaman padi musim tanam kedua (MT II). Pengendalian dilakukan melalui monitoring jaringan irigasi Bengawan Jero hingga Dam Corong di perbatasan Lamongan-Gresik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, Mugito menjelaskan terkait hasil pemantauan menunjukkan wilayah hilir Kecamatan Glagah mulai memasuki masa panen, sedangkan sebagian wilayah hilir Kabupaten Gresik telah selesai panen dan mulai beralih ke aktivitas tambak. Sehingga, untuk menjaga ketersediaan air, Pemkab Lamongan berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Glagah dan Pemerintah Desa Wedoro agar petani yang telah selesai panen menunda sementara aktivitas menaikkan air untuk tambak.
Baca juga: Antisipasi Kekeringan di Kota Madiun, Dua Armada Truk Tangki Air Bersih Mulai Dikerahkan
"Kebutuhan air pada Agustus masih cukup tinggi karena wilayah tengah dan dalam Bengawan Jero masih memasuki masa tanam padi MT II. Karena itu kami memperkuat koordinasi lintas wilayah agar distribusi air tetap terjaga," jelasnya, Rabu (12/08/2026).
Baca juga: Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama petugas pengelola Dam Corong dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur. Pemkab setempat juga berkoordinasi dengan UPT Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur wilayah Gresik-Lamongan terkait pengaturan operasional pompa tambak di wilayah hilir Gresik secara bergantian.
"Saat ini dua dari lima pintu air Dam Corong dibuka untuk mengatur aliran air sekaligus menahan intrusi air asin ke arah hulu," katanya.
Baca juga: Dorong Ketahanan Pangan Daerah, Pemkab Kediri Salurkan Bantuan Alsintan
Pengaturan tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas debit air sekaligus mengakomodasi kebutuhan irigasi pertanian di wilayah setempat. Dan berdasarkan data DKPP Lamongan, luas baku sawah di daerah Bengawan Jero tersebut mencapai sekitar 96 ribu hektare sehingga pengelolaan distribusi air menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menjaga produktivitas pertanian selama musim kemarau. lm-01/dsy
Editor : Redaksi