SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Demi mengatasi mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM), para petani di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk menyiasati biaya pengolahan lahan agar lebih ringan dengan menggunakan diesel irigasi berbahan gas elpiji 3 kilogram, yang dinilai jauh lebih hemat dan efisien dibandingkan harus mengandalkan BBM jenis pertalite.
Misiran, salah satu petani mengaku, penggunaan tabung gas elpiji 3 kilogram pada mesin konverter kit modifikasi itu terbukti mampu memangkas pengeluaran harian saat masa tanam dan perawatan tanaman.
Baca juga: Stok di Pangkalan Kosong, Warga di Banyuwangi Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg
"Pakai gas elpiji tiga kilogram bisa menekan biasa pengolahan lahan kami," ungkap Masirin, Rabu (12/08/2026).
Baca juga: Tingkatkan Luas Tanam, Pemkab Probolinggo Genjot Gerakan Tanam Padi
Selain bahan bakar untuk diesel irigasi, para petani di sini juga menceritakan ketersediaan pupuk subsidi. Masirin biasanya membeli pupuk jenis Urea melalui kelompok tani setempat. "Urea bersubsidi harganya seratus sepuluh ribu per karung," terang Masirin.
Baca juga: Siap-siap! Pelaku Usaha Pakai Elpiji Subsidi Bakal Ditindak Pemkab Pamekasan
Sehingga, adanya inovasi pengalihan bahan bakar diesel ke gas elpiji 3 kilogram ini diharapkan dapat terus menjadi solusi alternatif bagi para petani di Nganjuk dalam menghadapi tingginya biaya produksi pertanian. Sekaligus menjaga produktivitas hasil panen. ng-01/dsy
Editor : Redaksi