SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai langkah strategis dalam meningkatkan luas tanam sekaligus bagian dari upaya meningkatkan produksi pangan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, terus menggenjot gerakan percepatan tanam padi melalui gerakan tanam padi yang dilaksanakan bersama Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju di Desa Nogosaren, Kecamatan Gading dan Poktan Tani Mulyo di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Faiq El Himmah, mengatakan adanya gerakan tanam padi menjadi bagian dari strategi Diperta Kabupaten Probolinggo dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia sekaligus mendorong peningkatan luas tambah tanam padi mencapai 41 hektare hingga 31 Agustus 2026.
"Gerakan tanam itu merupakan bagian dari upaya mempercepat tanam dan meningkatkan luas tambah tanam padi. Optimalisasi lahan harus didukung sarana produksi, alsintan dan pendampingan agar pertanaman bisa berjalan maksimal,” ujarnya, Selasa (01/09/2026).
Dan dari capaian tersebut, kegiatan gerakan tanam di Desa Nogosaren menjadi salah satu lokasi sampel dengan luasan 0,5 hektare, sedangkan di Desa Sentul mencakup 0,2 hektare. Pasalnya, peningkatan luas tambah tanam bukan menjadi tujuan akhir karena bertambahnya luas pertanaman harus diikuti dengan peningkatan produktivitas sehingga produksi padi juga mengalami peningkatan.
"Percepatan tanam dilakukan untuk mendorong peningkatan luas pertanaman sekaligus menjaga produktivitas padi. Program tersebut perlu didukung dengan sarana produksi, alat dan mesin pertanian (alsintan), penerapan teknologi serta pendampingan secara langsung kepada petani," tuturnya.
Pihaknya juga optimalisasi lahan pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung ketahanan pangan. Lahan yang tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif melalui pola budidaya yang tepat dan efisien. Diperta juga memberikan perhatian terhadap pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) karena pemantauan tanaman dilakukan sejak fase awal pertumbuhan untuk mendeteksi potensi serangan hama maupun penyakit. pr-01/dsy
Editor : Redaksi