SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan daerah ditengah perubahan iklim yang berpotensi mempengaruhi produksi pertanian dan memicu fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan. Perubahan pola cuaca, curah hujan yang tidak menentu hingga potensi bencana hidrometeorologi menjadi perhatian karena dapat berdampak pada produktivitas sektor pertanian yang mempengaruhi ketersediaan dan stabilitas harga ditingkat masyarakat.
"Hasil pertanian yang tidak stabil akibat perubahan iklim dapat memicu fluktuasi harga dan mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan. Oleh karena itu kita harus memperkuat ketersediaan, keterjangkauan dan konsumsi pangan masyarakat," kata Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin dalam kegiatan gerakan pangan murah di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung.
Baca juga: Tingkatkan Layani Angkutan Gratis Pelajar, Pemkab Tulungagung Usul Tambah Bus Sekolah
Peningkatan ketersediaan untuk menjaga ketahanan pangan daerah, lanjut Baharudin dilakukan melalui pemberian bantuan sarana produksi, pemanfaatan teknologi pertanian, perluasan lahan, lumbung pangan masyarakat serta penguatan cadangan pangan pemerintah daerah. Kemudian peningkatan konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman melalui edukasi kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.
"Sementara untuk peningkatan keterjangkauan pangan melalui gerakan pangan murah secara berkala guna memangkas rantai distribusi, mempertemukan produsen dengan konsumen secara langsung serta mengendalikan inflasi," imbuhnya.
Baca juga: Dukung kesejahteraan, Pemkab Tulungagung Naikkan Insentif Guru TPQ Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah
Berbagai upaya untuk menjaga ketahanan daerah yang dilakukan Pemkab Tulungagung membuahkan hasil positif. Saat ini sebagian besar komoditas pangan di Tulungagung berada dalam kondisi surplus. Untuk harga kebutuhan pokok juga dinilai relatif stabil. Merujuk tingkat inflasi tahunan Tulungagung tercatat sebesar 2,23 persen atau lebih rendah jika dibandingkan inflasi Pemprov Jatim 2,88 persen maupun inflasi nasional 2,88 persen.
Meskipun demikian, Baharudin mengimbau kepada seluruh perangkat daerah maupun seluruh pihak terkait agar tidak lengah menghadapi dampak perubahan iklim global yang berpotensi mempengaruhi produktivitas serta stabilitas harga pangan. Menurutnya sebagai daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, Tulungagung perlu memperkuat strategi ketahanan pangan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Pasar Jadul di Tulungagung, Ciptakan Ruang Promosi Ratusan UMKM lokal
"Sinergi antar lembaga terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran," pungkasnya. can
Editor : Redaksi