Orang Kaya Kejam, Anggap Kebal Hukum 

surabayapagi.com

DI awal sebuah kisah, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang seorang pria yang dituduh menghambur-hamburkan hartanya (1b). Kemudian Yesus menegur orang-orang Farisi yang mencintai uang (14–15). Ia menambahkan perumpamaan lain. Dalam perumpamaan hari ini, Lukas menggunakan bahasa yang begitu hidup.

Lihatlah ayat 19. “Ada seorang kaya yang berpakaian ungu dan linen halus dan yang setiap hari berpesta mewah.” Sungguh kehidupan yang luar biasa! Pria itu begitu bebas. Ia dapat menikmati apa pun yang diinginkannya. Uang bukanlah masalah. Dan ia memiliki gaya hidup yang begitu mewah. Ia berpakaian ungu mahal, pakaian dalam linen halus, dan merayakan setiap hari. Semuanya “kelas satu,” “premium,” “gourmet,” “bintang lima,” “tidak ada yang lain selain yang terbaik!” Dalam bahasa Yunani, kata “mewah” sebenarnya berarti ia sedang pamer.

Di setiap zaman, hanya sebagian kecil penduduk yang mampu hidup seperti ini, dan mereka selalu berpikir bahwa mereka lebih unggul dari orang lain. Dalam Alkitab, kekayaan itu sendiri bukan dosa, tetapi orang kaya yang kejam, egois, atau menindas orang lemah mendapat kecaman keras.

Ciri orang kaya yang kejam umumnya ditandai dengan rendahnya empati, penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), dan kecenderungan memperlakukan orang lain sebagai alat untuk keuntungan pribadi. Berdasarkan studi psikologi sosial dan perilaku ekonomi, kekayaan dan posisi kelas atas terkadang dapat memicu sense of entitlement (merasa berhak mendapatkan segalanya) yang membuat seseorang bertindak semena-mena.

Saya baca di Alkitab, Tuhan membela orang miskin dan memperingatkan bahwa penindasan terhadap sesama akan mendatangkan hukuman yang berat. Bentuk Kekejaman Orang Kaya, tidak membayar atau mengurangi hak pekerja yang miskin (Yakobus 5:4).

Mengambil keuntungan dari kesusahan orang lain dan menindas yang lemah (Amos 4:1, 0.6.1). Hidup mewah dan bersenang-senang sementara mengabaikan penderitaan orang di sekitar, seperti kisah Orang Kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31,).

Mengandalkan harta dan bersikap sombong alih-alih rendah hati di hadapan Allah (1 Timotius 6:17,). Ada Penghakiman Tanpa Belas Kasihan bagi orang kaya kejam: Orang yang tidak berbelas kasihan kepada sesama akan menghadapi keadilan Tuhan yang tegas (Yakobus 2:13,).

Dan mereka sukar Masuk Sorga: Harta benda dapat menjadi penghalang rohani yang besar bagi seseorang untuk mengikut Tuhan (Matius 19:23,). Karena hilangnya Rasa Empati dan Belas Kasih. Mereka menganggap kebal hukum. Berbagai aturan, norma sosial, dan hukum hanya berlaku untuk orang biasa karena mereka merasa bisa membeli keadilan atau membayar denda dengan mudah. (Maria Sari)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru