Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ribuan nasi bungkus yang biasanya disajikan untuk disantap justru digunakan sebagai amunisi dalam tradisi perang nasi di Ngawi. SP/ NGW
Ribuan nasi bungkus yang biasanya disajikan untuk disantap justru digunakan sebagai amunisi dalam tradisi perang nasi di Ngawi. SP/ NGW

i

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi memang menjadi hal wajar. Dalam tradisi unik tersebut, sebanyak ribuan nasi bungkus yang biasanya disajikan untuk disantap justru digunakan sebagai amunisi dalam tradisi perang nasi dengan lauk dikumpulkan dan ditata di lokasi acara sebelum digunakan untuk saling lempar.

Mereka kemudian saling melempar nasi kepada peserta lain. Tidak ada aturan mengenai siapa yang boleh menjadi sasaran. Peserta bebas melempar nasi kepada siapa saja yang berada di sekitar lokasi. Uniknya, peserta juga tidak diperbolehkan marah atau menyimpan dendam ketika terkena lemparan nasi.

Bahkan, sebagian warga sudah menggenggam nasi sebelum tradisi dimulai untuk digunakan sebagai amunisi. Dalam hitungan menit, ribuan nasi bungkus yang sebelumnya tertata rapi pun berserakan di area lokasi tradisi. Sehingga, tradisi perang nasi merupakan bagian dari rangkaian bersih desa atau sedekah bumi yang digelar setiap tahun setelah panen kedua.

Ketika dirinya masih kecil, nasi dalam acara bersih desa biasanya diperebutkan warga untuk dibawa pulang. "Setiap tahun diadakan setelah panen kedua. Ada pergeseran. Dahulu waktu saya kecil, nasi kita rebut dan kita bawa pulang. Saat ini sudah tidak kekurangan makan, akhirnya digunakan untuk lempar-lemparan. Syaratnya tidak boleh marah," jelas Kepala Desa Pelang Lor Hariyana, Minggu (13/09/2026).

Meski bentuk tradisinya mengalami perubahan, masyarakat tetap mempertahankan perang nasi sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi bersih desa yang dilakukan secara turun-temurun. Tradisi perang nasi sekaligus menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul dan mempererat kebersamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar yang datang menyaksikan. ng-01/dsy

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …