Komitmen Perluas Pasar UMKM, Pemkab Madiun Perkuat Kolaborasi Antarwilayah

surabayapagi.com
Ilustrasi. Salah satu UMKM di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. SP/MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui kolaborasi antarwilayah sekitar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berkomitmen memperluas pasar produk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal agar usahanya naik kelas, seperti kawasan Pawitandirogo yang meliputi daerah Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo untuk mendorong terciptanya pemasaran regional, nasional ataupun ekspor.

"Pemasaran antarwilayah tersebut bertujuan agar produk yang belum tersedia di satu daerah bisa saling dilengkapi oleh daerah tetangga sendiri, sehingga pasar lebih luas," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Selasa (25/08/2026).

Baca juga: Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Pasalnya, Pemkab Madiun memberikan perhatian serius terhadap pengembangan UMKM di wilayahnya. Sehingga, adanya upaya pembinaan UMKM, terutama berbasis ekonomi kreatif, terus dijalankan secara intensif. Diantaranya pelayanan jemput bola OPD Pemkab Madiun dengan warga bertajuk "Bahana Bersahaja" yang digelar tiap bulan, terdapat sekitar 40 UMKM yang dibina dan diperluas pasarnya.

Baca juga: Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan

"Melalui kegiatan Bahana Bersahaja, targetnya adalah mampu mencetak hingga 440 unit usaha kreatif baru dalam setahun. Hingga kini, sebagian besar produk UMKM binaan tersebut bahkan sudah berhasil menembus pasar ritel modern," ungkapnya

Melalui kolaborasi antara Pemkab Madiun dengan daerah sekitarnya melalui jejaring Pawitandirogo, diharapkan jangkauan pasar produk UMKM di Kabupaten Madiun semakin luas, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Baca juga: PUMK Bawa Pelaku Usaha Mikro Kecil Naik Kelas

Dan perlu diketahui, berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun mencatat jumlah UMKM yang tercatat mencapai sekitar 30 ribu unit. Ribuan unit UMKM tersebut dulu didominasi jenis makanan seperti sambel pecel dan brem, namun sekarang juga terdapat produk lain seperti hasil kerajinan, batik, kopi kare dan coklat mulai diminati konsumen dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam promosi maupun untuk transaksi. md-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru