SURABAYAPAGI.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengejar 40 perusahaan baja yang diduga melakukan pengemplangan pajak.
Modus penghindaran pajak tersebut, Menurut Purbaya, antara lain memanipulasi bahan bangunan, kegiatan operasional, hingga mengedarkan barang impor bodong.
Baca juga: PEJABAT PAJAK TERSANGKA, MENKEU BELA DIRI
Dari puluhan perusahaan baru satu perusahaan baja yang telah diperiksa. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan itu menegaskan perusahaan-perusahaan lainnya masih akan ditelusuri dan dikejar untuk memenuhi kewajiban pajaknya.
“Saya punya list 40. Baru diperiksa satu yang lain belum dikejar. Itu aja kita kira mungkin bocor Rp 4 triliun hingga 5 triliun,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Baca juga: Urusan Bencana, Menkeu Siapkan Rp 5 TriliunĀ
Saat dirinya melakukan inspeksi mendadak langsung ke lapangan, potensi kerugian negara dari satu perusahaan saja nilainya bisa mencap ai Rp 1 triliun per tahun. Penertiban ini tidak hanya menyasar Pajak Penghasilan (PPh), tetapi juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta pelanggaran jalur impor.
“Satu perusahaan itu aja sampai 1 triliun lo dapatnya loh sebetulnya. Kemarin saya datang itu. Satu tahun ya? Tiga tahun. Tiga tahun lah. Belum ngetarik lima tahun banyak tuh dapatnya,” beber Purbaya.
Baca juga: Menkeu Janji Perketat Peserta Tax Amnesty
“PPH, PPN, apa semuanya. Impor-impornya juga bohong. Semuanya itu. Jadi kan kita beresin yang betul,” tambahnya. jk,ec
Editor : Redaksi